Awalnya Sakit Perut, Dokter Temukan 36 Bola Magnet Robek Usus Balita Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 28 Juli 2019 | 15:55 WIB
Awalnya Sakit Perut, Dokter Temukan 36 Bola Magnet Robek Usus Balita Ini
Ilustrasi anak demam. (Shutterstock)

Suara.com - Penting bagi orangtua untuk selalu memperhatikan gerak-gerik anak balita ketika bermain. Lengah sedikit, bisa jadi nyawa anak Anda melayang.

Seorang balita asal Chinadilarikan ke rumah sakit dengan kondisi sakit perut parah, demam tinggi, dan muntah-muntah setelah bermain.

Ternyata balita ini telah menelan 36 bola magnet yang bersarang di saluran pencernaannya hingga menyebabkan dua lubang di ususnya.

Balita usia 1 tahun ini dilarikan ke Rumah Sakit Afiliasi Kedua Universitas Kedokteran Wenzhou, Zhejiang, setelah sempat dibawa ke klinik setempat.

Setibanya di rumah sakit, dokter langsung melakukan rontgen untuk melihat kondisi dalam perut di bocah. Dokter pun akhirnya menemukan ada puluhan bola magnet ukuran kecil yang berbentuk menyerupai gelang di dalam pencernaan bayi tersebut.

"Karena kekuatan magnet dari semua bola yang tertelan. Bola magnet tersebut telah merusak usus hingga menyebabkan anabrosis di usus. Karena itu ada dua lubang di usus gadis 1 tahun tersebut," kata Lin Xiaokun, dokter yang menangani si balita, dikutip dari Fox News.

Ilustrasi bola magnet (Pixabay/jules_88)
Ilustrasi bola magnet (Pixabay/jules_88)

Sebenarnya, dokter anak telah lama memberi tahu bahaya menelan bola magnet. Begitu pula dengan standar Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) yang meminta produk mainan anak-anak berbentuk magnet dipastikan tidak akan terlepas dan melukai anak-anak.

Laporan anekdotal American Academy of Pediatricians (AAP) telah menunjukkan bahwa konsumsi magnetik telah menyebabkan puluhan operasi, fistula usus, endoskopi, reseksi usus, dan cedera gastrointestinal serius.

Ilustrasi bayi menangis [shutterstock]
Ilustrasi bayi menangis [shutterstock]

Bahkan mereka meminta agar orangtua menjauhkan mainan berbahaya seperti bola magnet dari jangkauan anak-anak. Jika tidak, orangtua harus memperhatikan betul ketika anak-anak sedang bermain agar tidak ada lagi kasus magnet tertelan.

Balita yang menelan 36 bola magnet itu pada akhirnya harus menjalani operasi selama 1 jam. Dia kini sedang dalam masa pemulihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Kondisi Langka, Balita Ini Jadi Pasien Operasi Stimulasi Otak Termuda

Alami Kondisi Langka, Balita Ini Jadi Pasien Operasi Stimulasi Otak Termuda

Health | Jum'at, 12 Juli 2019 | 14:10 WIB

Pneumonia Jadi Penyebab Utama Kematian Balita, Begini Penjelasannya

Pneumonia Jadi Penyebab Utama Kematian Balita, Begini Penjelasannya

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 11:45 WIB

Usai Makan Roti dari Pengasuhnya, Balita 2 Tahun Meninggal Dunia Karena Ini

Usai Makan Roti dari Pengasuhnya, Balita 2 Tahun Meninggal Dunia Karena Ini

Health | Minggu, 07 Juli 2019 | 13:43 WIB

Terkini

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB