Alami Kondisi Langka, Balita Ini Jadi Pasien Operasi Stimulasi Otak Termuda

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 12 Juli 2019 | 14:10 WIB
Alami Kondisi Langka, Balita Ini Jadi Pasien Operasi Stimulasi Otak Termuda
Ilustrasi operasi [shutterstock]

Suara.com - Menjadi satu-satunya di dunia, seorang gadis balita berusia 2,5 tahun asal Skotlandia menjalani operasi stimulasi otak dalam (deep brain stimulation atau DBS).

Gadis kecil tersebut bernama Viktoria Kaftanikait. Operasi ini mengirimkan impuls listrik melalui otak untuk memperbaiki sinyal saraf yang tidak normal.

Melansir Daily Mail, Dia didiagnosis menderita dystonia sesaat sebelum operasi. Suatu kondisi akan membuat tubuhnya menjadi kejang tak terkendali dan membuatnya menjerit kesakitan yang tak tertahankan.

Berdasarkan WebMD, dystonia merupakan kelainan gerakan di mana otot-otot seseorang berkontraksi tanpa terkendali. Kontraksi menyebabkan bagian tubuh yang terpengaruh memuntir tanpa sadar, menghasilkan gerakan berulang atau postur abnormal.

Kedua orang tua Viktoria, Patrycja Majewska dan Martinas Kaftanikaite mengatakan mereka merasa tidak berdaya untuk merawat putri mereka, yang berjuang untuk makan dan bernapas.

Dokter mengatakan, mereka mengoperasi Viktoria untuk menyelamatkan hidupnya karena dalam sejumlah kecil kasus, dystonia dapat berakibat fatal.

Setelah mejalani operasi selama empat jam di Rumah Sakit Evelina, London pada Mei 2019 lalu, akhirnya Viktoria berhasil pulih dan masih menjalani perawatan intensif di kota kelahirannya, Glasgow.

Ilustrasi operasi stimulasi otak dalam (YouTube/Northwestern Medicine)
Ilustrasi operasi stimulasi otak dalam (YouTube/Northwestern Medicine)

Menurut Dystonia Society, operasi DBS dapat menyebabkan pengurangan gejala hingga 80%. Sayangnya, satu dari lima pasien tidak mendapatkan banyak bantuan.

Idealnya, operasi DBS ini harus ditawarkan kepada anak-anak sedini mungkin. Sebab efeknya akan semakin hilang seiring hidupnya pasien dengan dystonia.

Dr Jean-Pierre Lin, konsultan ahli saraf pediatrik yang mengoordinasikan perawatan Viktoria, mengatakan mereka mendiagnosis Viktoria setelah gadis kecil itu merasakan gejala dystonia.

Para dokter juga menemukan penyebab dari gangguan ini adalah adanya mutasi gen GNA01.

Gejala yang muncul adalah lengan, kaki, mata, dan mulut Viktoria terus bergerak, yang membuatnya kesulitan makan dan juga memengaruhi kemampuannya bernapas. Otot-ototnya akan mengalami kejang yang ekstrem, membuatnya menjerit kesakitan.

"Viktoria telah kehilangan kendali gerakan sepanjang waktu. Lengan dan kakinya tidak akan bergerak secara normal dan dia mendorong kepalanya ke bawah dan perutnya naik," tutur sang ibu.

"Kami memperhatikan bahwa sejak usia muda dia tidak bisa memegang apa pun di tangannya, seperti mainan, dan kesulitan mengangkat kepalanya karena itu jatuh dari sisi ke sisi," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Karena Pasangan atau Idola, Ini Motif Utama Orang Pilih Operasi Plastik

Bukan Karena Pasangan atau Idola, Ini Motif Utama Orang Pilih Operasi Plastik

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:14 WIB

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina

Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina

News | Senin, 23 Maret 2026 | 09:44 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta

Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:17 WIB

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat Sebanyak 28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat Sebanyak 28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta

Otomotif | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:50 WIB

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:38 WIB

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB