Array

Apakah Seks saat Hamil Bisa Membahayakan Kandungan?

Kamis, 01 Agustus 2019 | 22:00 WIB
Apakah Seks saat Hamil Bisa Membahayakan Kandungan?
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Seks saat Hamil Bisa Membahayakan Kandungan?

Kebutuhan seksual suami-istri bisakah dilakukan saat sang istri sedang hamil? Pertanyaan ini banyak ditanyakan oleh pasangan muda yang baru mendapatkan kabar bahagia kehamilan sang istri, nbamun karena seks saat hamil masih sering dianggap sebagai hal yang tabu, tidak sedikit perempuan enggan melakukannya.

Bahkan, ada anggapan pula seks saat hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur. Benarkah begitu?

Kebanyakan penelitian tidak menunjukkan bahwa seks saat hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Berhubungan seks saat hamil umumnya tidak berbahaya. Bila Anda tidak memiliki masalah medis tertentu dan kandungan Anda terbilang baik-baik saja, maka aman untuk tetap berhubungan seks saat hamil.

Tak perlu takut seks saat hamil akan membahayakan janin di dalam kandungan. Janin akan selalu dilindungi oleh kantung ketuban berisi cairan dan otot-otot rahim yang kuat. Lubang serviks juga tersumbat oleh lendir tebal sehingga sperma dan hal lainnya tidak dapat menembus sampai ke janin, apalagi penis.

Tidak perlu khawatir juga soal orgasme saat hamil. Orgasme yang mungkin Anda rasa saat berhubungan seks mungkin dapat menyebabkan rahim kontraksi. Hal ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon prostaglandin selama Anda orgasme. Hormon inilah yang menyebabkan rahim berkontraksi, sehingga Anda merasakan otot-otot rahim mengeras setelah mencapai klimaks.

Namun, tak perlu khawatir. Efek kontraksi ini ringan sehingga tidak memicu kelahiran prematur. Meski begitu, lain cerita kalau sebelumnya Anda punya riwayat kelahiran prematur.

Bila Anda sudah pernah melahirkan prematur, maka Anda harus lebih berhati-hati. Dokter biasanya akan mewanti-wanti Anda untuk menghindari seks sampai setelah melahirkan nanti.

Baca Juga: Syahrini Fix Hamil! Ivan Gunawan Doakan Ibu dan Bayinya Sehat

Anda juga sebaiknya menghindari melakukan hubungan seksual bila Anda memiliki sejumlah kondisi seperti:

Anda pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya
Anda pernah mengalami keguguran
Cairan ketuban
Gangguan pada leher rahim (serviks)
Rahim Anda cenderung lemah
Sebagian dokter juga mungkin tidak menyarankan Anda melakukan hubungan seks pada mingu-minggu terakhir kehamilan. Sebab, orgasme dapat memicu keluarnya prostaglandin.

Prostaglandin adalah hormon dalam tubuh yang mengatur ketegangan otot, termasuk kontraksi dan relaksasi otot. Nah, prostaglandin inilah yang diduga dapat memicu kontraksi rahim pada kehamilan trimester tiga dilansir Hello Sehat.

Aturan berhubungan seksual saat hamil

Secara umum, seks sangat kecil kemungkinannya menyebabkan kelahiran prematur selama kehamilan Anda sehat. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin aman bercinta semasa kehamilan. Misalnya:

Pakai kondom

Jika pasangan Anda memiliki riwayat penyakit seksual, menggunakan kondom selama berhubungan seks merupakan solusi terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI