Polusi Udara di Jakarta, Ini 5 Makanan yang Dapat Menangkal Radikal Bebas

Vania Rossa

Kamis, 08 Agustus 2019 | 06:29 WIB
Polusi Udara di Jakarta, Ini 5 Makanan yang Dapat Menangkal Radikal Bebas
Ilustrasi makanan penangkal polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Polusi udara yang terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya semakin meresahkan. Dampak polusi udara sendiri sangatlah kompleks, mulai dari masalah kesehatan, kecantikan, hingga tumbuh kembang anak.

Dilansir dari MSN, udara yang tercemar telah membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Polusi udara juga dapat memengaruhi kesehatan mental, yang menurut sebuah studi yang dilakukan awal tahun ini, telah menemukan hubungan yang jelas antara tingkat kebahagiaan yang rendah pada penduduk kota yang memiliki tingkat polusi udara tinggi.

Meski polusi udara cukup sulit diatasi sendirian, tetapi Anda dapat membantu mengurangi efek udara beracun pada tubuh dengan mengubah pola makan Anda sehari-hari.

Udara tercemar mengandung karbon monoksida, sulfur dioksida, ozon, nitrogen oksida, dan uap kimia lainnya, yang mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan kondisi seperti asma, bronkitis, dan emfisema, ternyata bisa dilawan dengan 5 jenis makanan ini.

1. Minyak zaitun

Ilustrasi minyak zaitun [shutterstock]
Ilustrasi minyak zaitun [shutterstock]

Minyak zaitun mengandung vitamin E untuk meningkatkan fungsi paru-paru, dan ditambah kandungan asam lemak yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan di dalam tubuh. Jangan gunakan minyak zaitun untuk memasak, karena pemanasan dapat mengurangi manfaatnya. Yang terbaik, gunakan minyak zaitun sebagai salad dressing atau cukup dipercikkan ke atas sayuran.

2. Alpukat

Buah alpukat. (Shutterstock)
Buah alpukat. (Shutterstock)

Para ilmuwan di King's College, London, menemukan bahwa kadar vitamin E yang tinggi - yang ditemukan dalam alpukat, bayam, dan minyak zaitun - dapat meminimalkan efek dari paparan polusi udara. Alpukat memberikan 10 persen dari kebutuhan vitamin E dan 17 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Olah alpukat menjadi jus atau smoothies, tanpa tambahan apapun.

baca juga

3. Kacang kenari

Almond. (Shutterstock)
Kenari. (Shutterstock)

Omega 3 yang berasal dari tumbuhan disebut asam alfa-linolenat (ALA), dan kacang kenari mengandung asam lemak penangkal polusi ini. Satu porsi kenari mengandung 28 g ALA yang mampu memenuhi kebutuhan harian Anda. Sumber ALA terbaik lainnya adalah biji rami dan biji chia. Taburkan kacang-kacangan dan biji-bijian ini di atas yoghurt untuk sarapan Anda.

4. Brokoli

Ilustrasi sayuran brokoli. [Shutterstock]
Ilustrasi sayuran brokoli. [Shutterstock]

Sebuah penelitian di University of California menemukan bahwa minum jus brokoli dapat mengurangi peradangan di hidung setelah terpapar asap pembakaran diesel. Sebuah penelitian serupa dari Universitas Columbia menemukan vitamin B dalam brokoli melindungi jantung dari polusi udara. Sementara penelitian lain menemukan bahwa orang yang makan brokoli akan mengeluarkan racun yang terkait dengan polusi ozon dan partikel udara. Jika Anda khawatir anak-anak Anda berjalan menyusuri jalan yang padat dan macet ketika menuju ke sekolah, maka berikan brokoli di piring mereka untuk makan malam.

5. Ikan yang berminyak

Salmon saus tartar lemon (Shutterstock)
Salmon saus tartar lemon (Shutterstock)

Ikan kembung, salmon, sarden, dan trout semuanya kaya akan asam lemak omega 3, yang terbukti melindungi tubuh dari peradangan - faktor risiko utama polusi. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Badan Perlindungan Lingkungan AS, orang yang diberi minyak ikan atau minyak zaitun selama sebulan kemudian terpapar polusi partikulat, dan diberi asupan minyak ikan, memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cahaya Ponsel dan Polusi Jadi Penyebab Kasus Penuaan Dini di Era Modern

Cahaya Ponsel dan Polusi Jadi Penyebab Kasus Penuaan Dini di Era Modern

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2019 | 07:25 WIB

Polusi Udara Berdampak pada Wajah, Rawat dengan Cara Ini

Polusi Udara Berdampak pada Wajah, Rawat dengan Cara Ini

Lifestyle | Selasa, 06 Agustus 2019 | 07:47 WIB

Awas Terpapar Polusi, Ini 4 Manfaat Pakai Masker Mulut

Awas Terpapar Polusi, Ini 4 Manfaat Pakai Masker Mulut

Health | Senin, 05 Agustus 2019 | 16:16 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB