Suka Konsumsi Makanan Setengah Matang, Cacing Pita Hidup di Otak Pria Ini!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 16:35 WIB
Suka Konsumsi Makanan Setengah Matang, Cacing Pita Hidup di Otak Pria Ini!
Ilustrasi cacing pita di dalam otak (Pixabay/VSRao)

Suara.com - Seorang pria asal Cina, Liu menderita epilepsi yang diduga karena ada cacing pita hidup di dalam otaknya.

Cacing yang hidup di dalam otak pria 26 tahun ini ditemukan saat dokter di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Nanchang mengoperasi kepalanya.

Mulanya, dokter tidak menemukan penyebab medis pria ini menderita epilepsi. Dokter Wang yang menangani Liu pun menyarankan untuk tes darah dan ditemukan ada cacing pita di dalam otaknya.

Setelah itu, Liu menjalani operasi untuk pengambilan cacing pita. Akhirnya, dokter berhasil mengambil cacing pita sepanjang 10 cm yang hidup di otaknya.

"Cacing itu masih hidup ketika kita berusaha mengeluarkannya. Warnanya putih, kenyal dan bisa bergerak di dalam otak," kata dr Wang, dikutip dari SCMP.

Menurutnya, cacing pita sepanjang 10 cm itu masuk ke dalam otak karena Liu mengonsumsi makanan yang kurang matang dan telah terkontaminasi.

Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)
Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)

Pasalnya, Liu sangat menyukai makanan panggang dan setengah matang. Selama ini ia tak pernah ada keluhan suatu penyakit tetapi tiba-tiba mengalami epilepsi.

Menurut Guo Hui, presiden Neuromedical Center, kasus seperti Liu biasa terjadi di daerah dengan pasokan air tidak sehat dan orang-orang terbiasa mengonsumsi ikan maupun daging setengah matang atau mentah.

Akibatnya, cacing dan telurnya tidak terbunuh karena cara pengolahannya yang tidak benar. Cacing bisa berpindah ke organ tubuh seperti paru-paru dan otak melalui darah ketika seseorang mengonsumsi makanan mentah.

baca juga
Cacing pita parasit bisa menginfeksi manusia. (Shutterstock)
Cacing pita parasit bisa menginfeksi manusia. (Shutterstock)

"Padahal otak menerima hampir seperempat dari suplai darah. Kemungkinan cacing bisa bersarang di dalam otak dan organ lain melalui darah," kata Guo.

Ketika di dalam otak, cacing tidak akan mati tetapi justru bereproduksi dan bisa merusak fungsi otak. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, pendarahan, dan epilepsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Idul Adha: Waspadai Komplikasi Akibat Daging Sapi Mengandung Timbal

Jelang Idul Adha: Waspadai Komplikasi Akibat Daging Sapi Mengandung Timbal

Health | Rabu, 07 Agustus 2019 | 16:30 WIB

Ilmuwan Rancang Implan Otak yang Bisa Kontrol Saraf dari Smartphone

Ilmuwan Rancang Implan Otak yang Bisa Kontrol Saraf dari Smartphone

Health | Selasa, 06 Agustus 2019 | 14:48 WIB

Awalnya Hanya Alami Mata Gatal, Ternyata Wanita ini Derita Tumor Otak!

Awalnya Hanya Alami Mata Gatal, Ternyata Wanita ini Derita Tumor Otak!

Health | Minggu, 04 Agustus 2019 | 07:30 WIB

Baik untuk Kesehatan Otak, Ini Manfaat Posisi Tidur Menyamping

Baik untuk Kesehatan Otak, Ini Manfaat Posisi Tidur Menyamping

Lifestyle | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 13:45 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×