Tak Diatasi, Kebakaran Hutan Bisa Sebabkan ISPA yang Berujung Kematian

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:28 WIB
Tak Diatasi, Kebakaran Hutan Bisa Sebabkan ISPA yang Berujung Kematian
Kebakaran hutan dan lahan akibat musim panas semakin meluas terjadi dan sudah mendekati pemukiman warga di kecamatan Dumai Barat kota Dumai, Dumai, Riau, Selasa (12/2). [ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid]

Suara.com - Tak Diatasi, Kebakaran Hutan Bisa Sebabkan ISPA yang Berujung Kematian

Kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan Kalimantan Barat tidak hanya merusak lahan dan lingkungan. Ada dampak bagi kesehatan yang jika didiamkan, bisa menyebabkan kematian.

Sebuah penelitian yang dilakukan Tianjia Liu, peneliti dari Harvard University, menyebut kebakaran hutan di Indonesia masih terjadi hingga hari ini. Dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2019 saja ada 737 titik api di Provinsi Riau, 264 titik di antaranya merupakan kawasan hutan.

Sebanyak 264 titik hotspot di hutan ini jadi jumlah hotspot tertinggi. Tak hanya mengancam kesehatan, kebakaran hutan pun merusak alam dan binatang yang menghuni Hutan Produksi (HP) tersebut.

Dalam diskusi 'Ongkos Kesehatan dari Bencana Kebakaran Hutan dan Gambut' oleh Katadata Forum, di Kuningan Mulia, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019), Tianjia menyebut jika kebakaran hutan tidak segera diatasi, diprediksi angka kematian akibat penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bisa mencapai 36.000 jiwa.

Bahkan, data dari Badan Restorasi Gambut menyebut lebih dari 60 juta orang terkena paparan polusi asap kebakaran hutan, termasuk warga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Biaya pengobatan langsung mencapai Rp 1,9 triliun. Biaya jangka panjang belum bisa dihitung. Penelitian menunjukkan paparan polutan udara jangka panjang berkorelasi dengan peningkatan penyakit kronis pernapasan, penurunan kecerdasan anak-anak, dan kardiovaskular," ujar Budi Wardhana, Deputi Perencanaan dan Kerja Sama Badan Restorasi Gambut.

Peneliti Harvard University Tianjia Liu bicara soal ongkos kesehatan yang ditimbulkan dari bencana kebakaran hutan, Selasa (13/8/2019). (Suara.com/Dini Afrianti)
Peneliti Harvard University Tianjia Liu bicara soal ongkos kesehatan yang ditimbulkan dari bencana kebakaran hutan, Selasa (13/8/2019). (Suara.com/Dini Afrianti)

Lebih lanjut, penelitian menyebutkan jumlah hotspot terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis, yang tak lain kabupaten dengan pemilik sumber minyak bumi dan gas, sekaligus sumber pendapatan utama APBD pemerintah setempat.

Berdasarkan hasil penelitian audit kepatuhan yang dilakukan pemerintah, ditemukan beberapa perusahaan perkebunan, kehutanan, dan pemerintah kabupaten kota yang tidak patuh terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Dari 5 perusahaan perkebunan yang diaudit seluruh perusahaan tergolong tidak patuh. Dari 12 perusahaan kehutanan yang diaudit 1 perusahaan tergolong sangat tidak patuh, 10 perusahaan tidak patuh dan 1 perusahaan tergolong kurang patuh.

Sedangkan dari 6 pemerintah kabupaten dan kota, 1 kabupaten patuh, 1 kabupatem cukup patuh, dan 4 kabupaten kurang patuh.

Sementara itu, Executive Director Madani Berkelanjutan, M. Teguh Surya, mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah saat ini yang hanya fokus pada penangkapan pelaku pembakaran tìidaklah tepat.

"Bukan menangkap pembakar lahan, tapi kepada pertanggung jawaban pembakar lahan," tutup M. Teguh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Sebut Kebakaran Hutan di Gunung Guntur Ulah Pemilik Lahan

Polisi Sebut Kebakaran Hutan di Gunung Guntur Ulah Pemilik Lahan

Jabar | Minggu, 11 Agustus 2019 | 20:22 WIB

8 Polda Fokus Tangani Kebakaran Hutan

8 Polda Fokus Tangani Kebakaran Hutan

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 12:28 WIB

Selama 7 Bulan di 2019, 4.258 Titik Panas Bakar Hutan Indonesia

Selama 7 Bulan di 2019, 4.258 Titik Panas Bakar Hutan Indonesia

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 01:00 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB