Sonny Geram Barbie Sebut Perundungan Faaz Itu Risiko, Padahal Ini Dampaknya

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Sonny Geram Barbie Sebut Perundungan Faaz Itu Risiko, Padahal Ini Dampaknya
Barbie Kumalasari di Jalan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019). [Yuliani/Suara.com]

Dampak negatif perundungan atau penindasan yang terjadi di lingkungan sekolah seperti yang terjadi pada Faaz.

Suara.com - Barbie Kumalasari menyatakan bullying yang terjadi pada putra Fairuz A Rafiq dan Galih Ginanjar, King Faaz A Rafiq adalah sebuah risiko.

"Ya resiko lah, namanya anak-anak pastikan seperti itu, makin viral beritanya pasti psikis anak juga kena makanya kan dari awal aku sempat bilang kasihan anak," kata Barbie Kumalasari saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (13/8/2019).

Inilah yang membuat Sonny Septian geram dan mengungkapkannya dalam sebuah unggahan instagram.

"Anak saya di Bully.. YA RISIKO LAH !! Itu jawabnya. Kenapa bisa berbicara seperti itu?," tulis Sonny.

Menurutnya, ini adalah cara kerja Tuhan dalam membuat Barbie mengaku perbuatannya kepada keluarga Sonny dan Fairuz.

Unggahan Sonny Septian tentang jawaban Barbie Kumalasari (IInstagram/SonnySeptian)
Unggahan Sonny Septian tentang jawaban Barbie Kumalasari (IInstagram/SonnySeptian)

"Sepertinya itu cara kerja Allah yang telah membuatnya buka mulut dan mengakui sendiri kalau itu efek dari perbuatan tidak baik mereka kepada keluarga saya, dan menunjukkan ke semua orang siapa diri dia sebenarnya," lanjut Sonny Septian dalam unggahannya pada Selasa (13/8/2019).

Bullying adalah hal yang serius. Ini dapat memengaruhi segala aspek kehidupan orang yang diintimidasi.

Melansir stopbullying.gov, anak-anak yang diintimidasi dapat mengalami masalah fisik, sekolah, dan kesehatan mental yang negatif.

Anak-anak yang diintimidasi lebih mungkin untuk mengalami:

- Depresi dan kecemasan, meningkatnya perasaan sedih dan kesepian, perubahan pola tidur dan pola makan, dan hilangnya minat pada kegiatan yang biasa mereka nikmati.

Masalah-masalah ini dapat bertahan hingga dewasa.

- Masalah kesehatan.

- Menurunnya prestasi akademik dan partisipasi sekolah. Mereka lebih cenderung ketinggalan, bolos, atau putus sekolah.

Parahnya, meski bukan faktor pendorong seorang anak untuk bunuh diri, penindasan dapat memperburuk situasi yang tidak mendukung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS