Dear Ayah dan Bunda, Yuk Kenali Pemicu Pneumonia yang Bisa Membunuh Anak

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 19 Agustus 2019 | 08:05 WIB
Dear Ayah dan Bunda, Yuk Kenali Pemicu Pneumonia yang Bisa Membunuh Anak
Ilustrasi pneumonia atau radang paru-paru. [shutterstock]

Suara.com - Dear Ayah dan Bunda, Yuk Kenali Pemicu Pneumonia yang Bisa Membunuh Anak

Secara global, jumlah kematian bayi di bawah lima tahun karena pneumonia pada tahun 2015 mencapai 920.000 jiwa. Hal ini setara dengan 2 balita setiap menitnya.

Indonesia ada di peringkat 7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, di mana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut, atau 17 persen dari seluruh kematian balita. Di Indonesia, pneumonia adalah penyebab kematian balita setelah persalinan prematur.

dr. Erna Mulati MSc. CMFM, Direktur Kesehatan Keluarga, Direktorat Jenderal Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, mayoritas keluarga yang berisiko tidak mengetahui penyebab pneumonia yang dapat dicegah seperti debu, udara dingin, paparan polusi, kondisi rumah yang padat, dan kurangnya paparan cahaya matahari.

"Petugas kesehatan yang bekerja langsung dengan masyarakat masih kebingungan membedakan antara pneumonia dan ISPA sehingga kasus pneumonia banyak yang dilaporkan sebagai ISPA. Masalah terbesar adalah 91 persen keluarga berisiko pneumonia memiliki paling tidak satu anggota keluarga yang merokok dan sebagian besar merokok di dalam rumah," jelas dokter Erna kepada Suara.com, Minggu (18/8/2019).

Ia menambahkan, dalam hal pengobatan, belum ada prosedur standar untuk dilakukan faskes pertama dan rumah sakit menindaklanjuti pasien yang sudah selesai perawatan untuk mencegah penyakit kambuh.

Pekerja kesehatan melakukan kunjungan ke rumah-rumah mantan pasien pneumonia, namun tidak secara berkala. Banyak sekali kader kesehatan masyarakat di tingkat kabupaten yang tidak mengetahui apa itu pneumonia.

"Dalam penerapannya, masih dibutuhkan program pemerintah yang menjangkau petugas kesehatan dan masyarakat yang paling terpencil, melakukan koordinasi antar instansi terkait yang lebih baik, serta perubahan sikap dan kebiasaan masyarakat terkait kesehatan," sambungnya.

Pneumonia merupakan cermin dari masalah kemiskinan, kesenjangan, masalah lingkungan, dan perilaku masyarakat. Mendorong perlindungan, pencegahan dan pengobatan pneumonia akan meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum, memperbaiki kondisi sosial ekonomi bangsa, serta mencegah penyakit-penyakit lainnya termasuk stunting.

baca juga

"Pneumonia adalah infeksi akut sistem pernapasan bawah yang disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme mikro lainnya. Pneumonia pada balita ditandai dengan gejala batuk, nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam, dan gambaran radiologi foto thoraks/dada menunjukkan infiltrasi paru akut," imbuhnya lebih jauh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Anak Terinfeksi Pneumonia, Ini Tips dari Bayu Oktara

Cegah Anak Terinfeksi Pneumonia, Ini Tips dari Bayu Oktara

Health | Minggu, 18 Agustus 2019 | 17:59 WIB

Studi : Pneumonia Lebih Banyak Disebabkan Virus, Pakar : Vaksin Solusinya

Studi : Pneumonia Lebih Banyak Disebabkan Virus, Pakar : Vaksin Solusinya

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 15:30 WIB

Pneumonia Jadi Penyebab Utama Kematian Balita, Begini Penjelasannya

Pneumonia Jadi Penyebab Utama Kematian Balita, Begini Penjelasannya

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 11:45 WIB

Terkini

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

×