Beban Ganda Malnutrisi Bikin Anak Indonesia Tumbuh Pendek dan Kurus

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:18 WIB
Beban Ganda Malnutrisi Bikin Anak Indonesia Tumbuh Pendek dan Kurus
Ilustrasi anak kurus. (Shutterstock)

Suara.com - Beban Ganda Malnutrisi Bikin Anak Indonesia Tumbuh Pendek dan Kurus

Stunting alias anak tumbuh pendek dan kurus sudah menjadi masalah yang serius dan kritis di Indonesia. Walaupun terjadi penurunan dari prevalensi 37,2 persen menjadi 30,8 persen berdasarkan Riskesdas 2018, namun, 1 dari 3 anak balita Indonesia masih mengalami stunting.

Meski prevalensi stunting cenderung meningkat pada kalangan sosial ekonomi bawah, namun masalah ini juga terjadi di kalangan masyarakat sosial ekonomi atas. Kondisi ini berpengaruh terhadap pertumbuhan anak yang terhambat sehingga kelak tumbuh menjadi populasi dewasa yang berisiko terhadap penyakit kronis dan penyakit tidak menular.

Dr. Elvina Karjadi, MSc, PhD menyebutkan bahwa efek beban ganda malnutrisi terdampak di sepanjang siklus hidup seseorang. Ketika seorang ibu hamil mengalami kekurangan gizi, pertumbuhan janinnya tidak optimal sehingga bayi akan lahir dengan berat badan kurang (underweight).

"Ketika bayi lahir underweight, peluang bertahan hidupnya semakin kecil, risiko terpapar penyakit kronis meningkat dan perkembangan fisik terhambat. Saat anak tersebut bertumbuh, pertumbuhan fisik dan kognitifnya akan terganggu. Ketika orang tua menyadari bahwa pertumbuhan anak mereka terhambat secara fisik, mereka cenderung memberikan anak makanan ringan yang padat energi, untuk membantu mereka meningkatkan berat badan," kata dokter Elvina Karjadi dalam acara Asian Congress of Nutrition (ACN) 2019 di Bali, yang bertema Nutrition and Food Innovation for Sustained Wellbeing melalui siaran pers yang diterima Suara.com.

Namun, hal ini tidak diiringi oleh pola hidup sehat, salah satunya kurangnya aktivitas fisik yang rutin sehingga akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebih pada anak. Saat anak sudah remaja, ia akan cenderung mempunyai kebiasaan makan tidak baik yang akan meningkatkan risikonya terhadap obesitas dan penyakit tidak menular (NCD) lainnya.

Penyebab beban ganda malnutrisi merupakan kombinasi dari beberapa hal, termasuk kondisi kesehatan dan biologis, lingkungan fisik dan kondisi finansial, kebiasaan makan dan budaya sosial. Selain kondisi kesehatan dan asupan gizi ibu hamil, praktik menyusui yang tidak memadai (inadequate breastfeeding practices) dari ibu juga dapat menghambat pertumbuhan anak.

Akses yang terbatas kepada beragam makanan sehat, baik dari segi keterjangkauan harga ataupun gizi, serta lingkungan sosial yang terobsesi dengan makanan cepat saji bernilai gizi rendah (junk food) merupakan salah satu pendorong utama beban ganda malnutrisi.

Selain itu, lingkungan sosial budaya yang mendukung pernikahan dini sebelum usia 18 tahun juga berkontribusi pada prevalensi tinggi beban ganda malnutrisi di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh proses pembentukan janin yang tidak sempurna oleh karena tidak memadainya asupan gizi yang didapatkan ketika tumbuh kembang janin.

"Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko beban ganda malnutrisi, seperti mengonsumsi zat gizi mikro. Pada dasarnya, kekurangan zat gizi mikro penting seperti zat besi, yodium dan vitamin A dapat mengakibatkan defisiensi mikronutrien dan meningkatkan prevalensi kelaparan tersembunyi (hidden hunger) pada masyarakat," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Minta Waspadai Stunting, Ini Bahayanya

Menkes Minta Waspadai Stunting, Ini Bahayanya

Health | Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:35 WIB

Seru! Peserta Asian Congress of Nutrition Diajak Olahraga Sambil Goyang

Seru! Peserta Asian Congress of Nutrition Diajak Olahraga Sambil Goyang

Video | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Duh, Konsumsi Daging Bisa Berdampak Buruk untuk Lingkungan?

Duh, Konsumsi Daging Bisa Berdampak Buruk untuk Lingkungan?

Health | Rabu, 07 Agustus 2019 | 07:15 WIB

Terkini

Komisi XI DPR Setuju Destry Damayanti Diangkat Jadi Gubernur BI

Komisi XI DPR Setuju Destry Damayanti Diangkat Jadi Gubernur BI

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Detik-detik Massa Aksi Coba Robohkan Pagar Gedung DPR RI

Detik-detik Massa Aksi Coba Robohkan Pagar Gedung DPR RI

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia

Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Istri Disebut Kufur Nikmat, Rigen Rakelna Semprot Netizen: Nggak Usah Ceramahin Istri Gue

Istri Disebut Kufur Nikmat, Rigen Rakelna Semprot Netizen: Nggak Usah Ceramahin Istri Gue

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Di Tengah Tarik-Menarik Muktamar ke-35 NU, Nama Gus Kikin Menguat: Dari Tebuireng untuk Nahdliyin

Di Tengah Tarik-Menarik Muktamar ke-35 NU, Nama Gus Kikin Menguat: Dari Tebuireng untuk Nahdliyin

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Esai 1.000 Kata Wajib 10 Sumber: Ketika Kuantitas Membunuh Analisis Kritis

Esai 1.000 Kata Wajib 10 Sumber: Ketika Kuantitas Membunuh Analisis Kritis

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Belum Dapat Tenda Pemerintah, Warga Korban Gempa Flores Mulai Sakit-sakitan

Belum Dapat Tenda Pemerintah, Warga Korban Gempa Flores Mulai Sakit-sakitan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:09 WIB

SPF Tinggi, Tekstur Super Ringan! 5 Sunscreen Serum untuk Panas-Panasan

SPF Tinggi, Tekstur Super Ringan! 5 Sunscreen Serum untuk Panas-Panasan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Contoh Soal Perubahan Wujud Benda Menyublim dan Mengkristal, Lengkap dengan Jawabannya

Contoh Soal Perubahan Wujud Benda Menyublim dan Mengkristal, Lengkap dengan Jawabannya

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:05 WIB

166 Puskesmas Rusak Pascagempa NTT! Menkes Ajak Anggota DPR Super Kaya Ikut Donasi

166 Puskesmas Rusak Pascagempa NTT! Menkes Ajak Anggota DPR Super Kaya Ikut Donasi

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:03 WIB

×