Aris si Predator Anak Dihukum Kebiri Kimia, Efek Sampingnya Mengancam Jiwa!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Aris si Predator Anak Dihukum Kebiri Kimia, Efek Sampingnya Mengancam Jiwa!
Ilustrasi pelaku predator anak yang dihukum kebiri (shutterstock)

Apa saja efek samping hukuman kebiri kimia untuk Aris, predator seks anak-anak di Mojokerto?

Suara.com - Muhammad Aris, pelaku kasus pemerkosaan terhadap 9 anak di bawah umur di Mojokerto akan menjalani hukuman kebiri.

Sebelumnya, pria 21 tahun ini sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri setempat pada 2 Mei 2019 lalu. Aris dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan kebiri.

Aris sempat mengajukan upaya banding, tetapi ditolak. Kasusnya dinilai sudah mempunyai kekuatan hukum dan dia segera dikebiri.

"Putusan bandingnya sudah terbit, menguatkan vonis kami. Kasusnya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sejak tanggal 8 Agustus. Saya sudah perintahkan segera dieksekusi. Kami sedang mencari dokter kebirinya," kata Kepala Kejari Mojokerto, Rudy Hartono.

Predator seks anak-anak ini akan menjalani hukuman kebiri dengan cara diberikan suntikan kimia. Hal itu bakal membuatnya tidak mampu lagi ereksi seumur hidup.

Ilustrasi organ intim pria (shutterstock)
Ilustrasi organ intim pria (shutterstock)

Melansir dari The Sun, pengebirian kimia adalah pengebirian melalui obat-obatan antiandrogen, baik untuk mengurangi libido dan aktivitas seksual maupun mengobati kanker prostat.

Berbeda dengan pengebirian bedah, proses kebiri menggunakan suntikan kimia tidak menghilangkan organ vital dan bukan juga bentuk sterilisasi.

Leuprorelin, salah satu obat pengebirian kimia ini, digunakan untuk mengobati kesulitan dalam mengendalikan gairah seksual, fantasi atau desakan, seksual yang mengganggu, sadisme, atau kecenderungan "berbahaya" lainnya.

Obat lain yang digunakan dalam pengebirian kimia antara lain medroksiprogesteron asetat, siproteron asetat, serta LHRH yang mengurangi testosteron dan estradiol.

Adapun beberapa efek samping dari pengebirian kimia sangat beragam, mulai dari mengancam jiwa dan kondisi di mana laki-laki bisa mengalami ginekomastia alias pertumbuhan kelenjar susu.

Ilustrasi kebiri kimiawi. [Shutterstock]
Ilustrasi kebiri kimiawi. [Shutterstock]

Baik pria maupun wanita yang mengalami pengebirian kimia bisa mengalami pengurangan otot dan peningkatan massa lemak tubuh serta melemahnya tulang.

Bahkan dalam jangka panjang, pengebirian kimia ini bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular dan osteoporosis.

Melansir dari hellosehat.com, pengebirian kimia juga mempercepat metabolisme testosteron alami, yakni mengubah efek hormon dalam tubuh dan memengaruhi pelepasan kelenjar pituari dari hormon prekusor untuk produksi testosteron.

Meski begitu, efek pengebirian kimia ini juga masih bisa hilang dari seiring berjalannya waktu setelah pengobatan dihentikan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS