Terlalu Banyak Makan Protein, Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 17 September 2019 | 16:00 WIB
Terlalu Banyak Makan Protein, Apa Dampaknya Bagi Tubuh?
Ilustrasi makan steak, daging merah. (Shutterstock)

Suara.com - Protein selama ini dikenal sebagai zat gizi pembangun otot, dan kerap dimanfaatkan oleh para body builder untuk membangun otot-otot tubuhnya.

Tapi, protein tak sekadar zat pembangun otot. "Protein terdiri dari asam amino," kata Amy Kubal, RDN, ahli diet di Sioux Falls, South Dakota.

Tapi, bolehkah kita makan protein banyak-banyak demi membangun otot?

Dilansir dari laman Womens Health Magz, inilah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang konsumsi protein.

Jumlah yang tepat
Jika Anda menginginkan rekomendasi jumlah protein yang spesifik, Tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 menyarakankan konsumsi protein 56 g/hari untuk perempuan usia 19-29 tahun dan 57 g/hari untuk perempuan berusia di atas 30 tahun.

Sedangkan untuk lelaki, kebutuhan protein adalah 62 g/hari untuk usia 19-29 tahun, dan 65 g/hari untuk usia di atas 30 tahun.

Tapi sementara itu, gaya hidup saat ini merekomendasikan asupan protein yang lebih tinggi, terutama pada mereka penggila olahraga. "Seiring bertambahnya usia dan semakin aktif Anda, Anda memecah otot selama berolahraga," kata Kubal. "Rekomendasi untuk populasi tersebut harus lebih tinggi untuk mengimbangi itu."

Jika Anda mengangkat beban secara teratur atau sedang melakukan latihan ketahanan, The American College of Sports Medicine (ACSM) merekomendasikan untuk mengasup protein hingga 1,2-1,7 g/kg berat badan.

Penelitian menunjukkan bahwa menyebar kebutuhan protein dalam sehari - baik saat makan pagi, siang, dan malam - adalah yang terbaik untuk sintesis protein otot. Dan pilihan terbaik adalah daging ayam, kalkun, potongan daging tanpa lemak, keju, yogurt, dan telur.

Apa yang bisa terjadi jika makan terlalu banyak protein?
Efeknya adalah Anda akan merasa cukup kenyang. "Protein membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna, dan seringkali Anda akan merasa lebih kenyang dibandingkan dengan makan makanan yang mengandung banyak karbohidrat," kata Kubal.

Jika tujuan Anda adalah penurunan berat badan, makan sekitar 30 gram protein saat makan bisa menjadi ide yang baik untuk meningkatkan rasa kenyang saat makan. Namun, di luar itu, tubuh Anda akan memetabolisme dan menyimpan kelebihan protein sebagai lemak.

Dalam beberapa kasus, terlalu banyak mengonsumsi protein bisa berbahaya — tetapi kemungkinan Anda akan diperingatkan tentang hal ini oleh dokter jika ini berlaku untuk Anda. Jika Anda telah didiagnosis menderita penyakit ginjal, misalnya, diet tinggi protein dapat semakin merusak ginjal Anda. Dan jika Anda memiliki penyakit jantung dan memilih potongan daging yang lebih gemuk atau daging olahan (seperti hot dog dan sosis), maka jenis makanan berprotein tinggi ini juga dapat membuat Anda mendapat masalah.

Beberapa efek samping yang kurang serius yang dapat Anda harapkan jika Anda makan terlalu banyak protein, di antaranya:

  • Perut merasa sebah, tidak nyaman
    Beberapa orang merasakan perutnya menjadi penuh, kembung, sebah, dan tidak nyaman setelah mengonsumsi terlalu banyak protein.
  •  Konstipasi
    Jika Anda terlalu banyak makan makanan berprotein tinggi, risikonya, protein akan menggantikan makanan sehat atau makronutrien lainnya — termasuk serat. "Jika Anda makan steak satu porsi besar, Anda mungkin tidak makan banyak sayuran dengan itu," kata Kubal.
  • Sulit menurunkan berat badan
    Protein yang tidak dicerna oleh tubuh akan diubah menjadi lemak.

Apa yang dapat Anda lakukan jika terlalu banyak mengonsumsi protein?
Santai sajalah! Anda tidak dapat merusak ginjal, menambah berat badan, atau melakukan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dengan sekali makan banyak protein. Untuk saat ini, Anda dapat minum lebih banyak air untuk membantu kerja ginjal mengeluarkan nitrogen dari protein dari sistem.

Dan saat makan berikutnya, lihat itu sebagai kesempatan untuk mengonsumsi beberapa zat gizi makro lain yang mungkin terlewatkan oleh tubuh akhir-akhir ini — seperti karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Menikah, Pria Ini Pangkas Berat Badan 20 Kilogram dalam 4 Bulan

Demi Menikah, Pria Ini Pangkas Berat Badan 20 Kilogram dalam 4 Bulan

Lifestyle | Kamis, 12 September 2019 | 14:45 WIB

Tinggalkan Daging, Ini 7 Sumber Protein yang Enak dan Kaya Gizi

Tinggalkan Daging, Ini 7 Sumber Protein yang Enak dan Kaya Gizi

Health | Rabu, 11 September 2019 | 18:45 WIB

Catat! Telur Bebek Memiliki Protein Lebih Tinggi dari Telur Ayam!

Catat! Telur Bebek Memiliki Protein Lebih Tinggi dari Telur Ayam!

Health | Minggu, 18 Agustus 2019 | 17:18 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB