Anak Suka Makan Junk Food, Benarkah Bisa Kena Alergi?

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Selasa, 17 September 2019 | 16:30 WIB
Anak Suka Makan Junk Food, Benarkah Bisa Kena Alergi?
Ilustrasi anak makan kentang goreng dan burger, makanan siap saji, junkfood bisa alergi. (Shutterstock)

Suara.com - Anak Suka Makan Junk Food, Benarkah Bisa Kena Alergi?

Bahaya makan junk food bukan hanya menghantui orang dewasa. Studi melaporkan salah satu dampak junk food ternyata juga meningkatkan risiko alergi pada anak.

Siapa yang tidak tergoda dengan junk food? Makanan ini disajikan dengan kombinasi yang menggoyang lidah, mulai dari rasa gurih, manis, dan asin. Namun, perlu Anda tahu jika dikonsumsi terlalu sering, junk food bisa meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes dan alergi pada anak.

Tidak hanya itu, studi yang dilakukan oleh University of Naples Federico II baru-baru ini (2019) menemukan adanya peningkatan tajam angka alergi pada anak yang makan junk food.

Peneliti mengamati anak usia 6 hingga 12 tahun, yang memiliki dua jenis alergi berbeda, yaitu alergi makanan dan alergi pernapasan. Hasilnya, anak yang alergi makanan memiliki tingkat senyawa terkait alergi yang lebih tinggi di bawah permukaan kulitnya, ketimbang anak dengan alergi pernapasan.

Setelah diselidiki lebih dalam, penyebab potensialnya adalah senyawa advanced glycation end products atau dikenal dengan AGEs. Senyawa ini ditemukan paling banyak pada makanan olahan, yang terbentuk ketika molekul gula berikatan dengan protein atau lemak yang terpapar suhu panas.

AGEs bisa ditemukan pada steik yang dibakar hingga dagingnya kecokelatan atau kentang yang digoreng dalam minyak panas. Kadar AGEs yang tinggi pada junk food inilah yang membuat anak kemungkinan berisiko tinggi memiliki alergi makanan.

Meski penelitian menunjukkan adanya kemungkinan junk food menjadi penyebab alergi pada anak, pakar kesehatan lain menyebut bahwa itu bukanlah penyebab tunggal.

“Penyebab alergi beragam, termasuk genetika dan lingkungan,” ujar dr. Elliot dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology, dikutip Hello Sehat dari laman Health Line.

“Makanan olahan memang kurang memiliki keragaman protein, tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami peran AGEs dalam berkembangnya alergi makanan,” papar Dr. Wendy Sue, Swanson MBE, FAAP dokter anak di Seattle Hospital.

Ada beberapa faktor yang dianggap turut berperan dalam menyebabkan alergi makanan pada anak selain junk food, seperti:

Waktu pengenalan makanan

Terlambat mengenalkan makanan yang sering menyebabkan alergi, seperti kacang atau telur bisa memungkinkan peningkatan risiko terjadinya alergi makanan di kemudian hari.

Terlalu bersih

Menggunakan sabun antibakteri atau pembersih tangan memang bisa mencegah anak dari infeksi. Namun, terlalu sering juga dapat membuat kekebalan tubuh anak kurang toleran terhadap patogen (zat penyebab penyakit).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Tahun Rutin Konsumsi Kentang Goreng, Remaja Ini Alami Kebutaan

10 Tahun Rutin Konsumsi Kentang Goreng, Remaja Ini Alami Kebutaan

News | Rabu, 04 September 2019 | 11:44 WIB

Rutin Makan Junk Food dan Makanan Olahan, Remaja Ini Kehilangan Penglihatan

Rutin Makan Junk Food dan Makanan Olahan, Remaja Ini Kehilangan Penglihatan

Health | Selasa, 03 September 2019 | 12:05 WIB

Anak Alergi Susu Sapi, Ini Tanda, Gejala, dan Solusinya

Anak Alergi Susu Sapi, Ini Tanda, Gejala, dan Solusinya

Health | Kamis, 29 Agustus 2019 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB