Cegah Stunting, Ini Sumber Protein Hewani yang Baik untuk Anak

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 20 September 2019 | 18:10 WIB
Cegah Stunting, Ini Sumber Protein Hewani yang Baik untuk Anak
Ilustrasi susu dan telur. (Shutterstock)

Suara.com - Cegah Stunting, Ini Sumber Protein Hewani yang Baik untuk Anak

Kurangnya asupan protein hewani disebut sebagai salah satu faktor penyebab stunting. Padahal, tidak sulit mendapatkan makanan sebagai sumber protein hewani yang baik.

Dr. Marudut Sitompul dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) mengatakan sumber protein hewani tidak hanya daging. Menurutnya, susu dan telur juga bisa jadi alternatif makanan dengan kandungan protein hewani yang baik.

"Asupan protein paling baik dapat diperoleh dari sumber protein hewani yaitu telur dan susu karena memiliki nilai cerna dan bioavailabilitas paling tinggi dan asam amino esensial lebih lengkap untuk mendukung pertumbuhan linear anak-anak," ujarnya, dalam seminar Gizi untuk Bangsa yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, baru-baru ini.

Dikatakan Marudut, asupan protein hewani pada anak-anak di Indonesia cenderung rendah. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting tertinggi di dunia.

Balita stunting bisa disebabkan oleh BAB sembarangan. (Shutterstock)
Ilustrasi balita stunting. (Shutterstock)

Kondisi stunting akan berdampak serius bagi kesehatan anak baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek meliputi perkembangan tubuh anak yang terhambat, performa anak yang menurun di sekolah, peningkatan angka kesakitan, dan risiko kematian.

Sedangkan untuk dampak jangka panjang dari stunting yaitu obesitas, peningkatan risiko penyakit tidak menular, bentuk tubuh pendek saat dewasa, serta penurunan produktivitas, dan kualitas hidup anak di masa mendatang.

Di kesempatan yang sama, Dr Entos Zainal dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) menyebut, pengentasan stunting sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024 pemerintah. Sebab kerugian yang timbul akibat stunting bukan hanya terjadi di sektor kesehatan, tapi juga ekonomi.

"Stunting mengakibatkan kerugian negara setara Rp 4 triliyun per tahun atau sebesar 3 persen dari PDB, sehingga percepatan penangangan stunting tetap menjadi salah agenda besar pemerintah ke depan. Untuk mencapai target capaian prevalensi stunting sebesar 19 persen di tahun 2024, tentunya bukan tugas yang mudah. Untuk itu dibutuhkan terobosan, inovasi dan kerjasama lintas sektor termasuk kerjasama dengan akademisi dan pihak swasta untuk segera menangani hal ini secara konkrit," tutupnya.

Baca Juga: Rokok Bikin Risiko Anak Stunting Meningkat, Ini Penjelasan Pakar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI