Tak Cuma Indonesia, Inggris Juga Alami Masalah Krim Pemutih Kulit Ilegal

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 30 September 2019 | 15:16 WIB
Tak Cuma Indonesia, Inggris Juga Alami Masalah Krim Pemutih Kulit Ilegal
Inggris alami masalah krim pemutih kulit ilegal. (Shutterstock).

Suara.com - Tak Cuma Indonesia, Inggris Juga Alami Masalah Krim Pemutih Kulit Ilegal

Bukan hanya masalah di negara-negara berpenduduk berkulit sawo matang, krim pemutih kulit ilegal rupanya juga jadi masalah turun-temurun di negara-negara Eropa, termasuk Inggris.

Dilansir BBC, otoritas Inggris memperingatkan warganya untuk tidak memakai krim pemutih kulit yang bekerja seperti cat.

Krim pemutih kulit biasanya mengandung bahan kimia seperti hidrokuinon bahkan merkuri. Untuk itu, British Skin Foundation mengatakan masyarakat harus berbicara dengan dokter jika mereka memiliki masalah dengan kulit.

Di Inggris, produk krim pemutih beracun dijual oleh pengecer nakal secara offline dan online. Komposisi produk tidak selalu benar seperti apa yang ditulis dan diiklankan.

Hidrokuinon misalnya, dalam kadar tertentu dapat menghilangkan lapisan atas kulit, meningkatkan risiko kanker kulit, dan menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Merkuri juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serupa yang mengancam jiwa.

Ilustrasi krim wajah mengandung merkuri (Pixabay/stux)
Ilustrasi krim pemutih mengandung merkuri (Pixabay/stux)

Tanpa resep dokter, krim yang mengandung hidrokuinon, steroid dan merkuri dilarang di Inggris karena memiliki efek sampingnya yang berpotensi serius.

"Krim pemutih kulit yang mengandung bahan terlarang sangat berbahaya dan dapat merusak kesehatan, membuat Anda terluka seumur hidup dan bahkan membunuh Anda, sehingga harus dihindari dengan cara apa pun. Konsumen harus selalu memeriksa bahan-bahan krim kulit mereka, curiga terhadap harga yang sangat rendah yang cenderung menunjukkan lotion itu palsu dan berpotensi berbahaya, dan tidak pernah menggunakan produk yang mengandung hidrokuinon," kata LGA's Safer and Stronger Communities Board, Simon Blackburn.

Lisa Bickerstaffe, juru bicara British Skin Foundation, mengatakan masalah krim pemutih kulit ilegal muncul setiap tahunnya.

"Bahan-bahan dalam kosmetik ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan British Skin Foundation sangat menyarankan untuk tidak menggunakannya. Bicaralah dengan dokter kulit Anda atau dokter umum jika Anda memiliki kekhawatiran tentang warna kulit Anda dan mereka akan dapat memberi nasihat yang sesuai," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Sembarangan Beli Pemutih Gigi Bisa Bikin Gigi Rapuh Lho!

Hati-hati, Sembarangan Beli Pemutih Gigi Bisa Bikin Gigi Rapuh Lho!

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 13:05 WIB

5 Berita Hits Kesehatan: Bahaya Losion Abal-abal, Bulu Mata Penuh Tungau

5 Berita Hits Kesehatan: Bahaya Losion Abal-abal, Bulu Mata Penuh Tungau

Health | Rabu, 04 September 2019 | 19:08 WIB

Jangan Mudah Tergiur, Efek Samping Lotion Pemutih Abal-abal Tak Bisa Hilang

Jangan Mudah Tergiur, Efek Samping Lotion Pemutih Abal-abal Tak Bisa Hilang

Health | Rabu, 04 September 2019 | 12:50 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB