KLB Polio Tipe II di Filipina, Kemenkes Cegah Jangan Sampai Masuk Indonesia

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Selasa, 01 Oktober 2019 | 07:15 WIB
KLB Polio Tipe II di Filipina, Kemenkes Cegah Jangan Sampai Masuk Indonesia
Vaksin polio penting untuk cegah bangkitnya penyakit polio. (Shutterstock)

Suara.com - KLB Polio Tipe II di Filipina, Kemenkes Cegah Jangan Sampai Masuk Indonesia

Otoritas kesehatan negara Filipina telah mengonfirmasi bahwa negaranya menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio tipe II. Hingga Jumat, (20/9) pekan lalu, dua anak di Filipina dinyatakan menderita polio, setelah hampir dua dekade negara tersebut dinyatakan bebas polio.

Kasus kedua terjadi pada anak usia tiga tahun yang berasal dari provinsi Lanao del Sur. Virus polio juga dikabarkan sudah terdeteksi di kawasan saluran air Kota Manila dan aliran sungai di wilayah Selatan Davao.

Di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI Nomor 5R.O3.04/11/2320/2019 tentang Kewaspadaan dan Respon terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio VDPV Tipe 2. Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit diminta untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan di pintu masuk Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara sebagai pos batas lintas negara.

"Ancaman wabah polio yang saat ini terjadi di negara Filipina. Ada hubungan kekerabatan Filipina bagian Selatan dan Sulawesi bagian Utara. Setiap hari hampir ada transmisi dari Mindanao dalam rangka perdagangan dan kekerabatan. Ini kewaspadaan yang harus kita kenali dari sekarang," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono di Gedung Kemenkes RI, Senin, (30/9/2019).

Anung juga mengatakan bahwa Indonesia harus mempertahankan status 0 polio. Untuk itu, ia kembali menekankan pentingnya imunisasi polio.

Untuk bisa menghalang virus polio, suatu wilayah harus mendapatkan imunisasi cakupan minimal 95 persen kepada kelompok sasaran (anak-anak). Sayangnya, wilayah Indonesia yang bertetangga langsung dengan Filipina hanya memiliki cakupan imunisasi di bawah 85 persen.

Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio dari Papua Nugini. (Shutterstock)
Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio. (Shutterstock)

"Oleh karena itu kita perlu mengantisipasi sekaligus menyiapkan masyarakat agar tidak terinfeksi penyakit polio," tambah Anung.

Polio sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus polio lewat penyebaran air dan makanan yang terkontaminasi atau kontak dengan orang yang terinfeksi.

baca juga

Penyebaran penyakit ini sangat cepat dan sangat rentan menginfeksi anak-anak terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio. Pasien polio biasnaya mengalami pelemahan otot, lumpuh, dan dalam beberapa kasus berakibat fatal.

Pencegahan satu-satunya polio bisa dilakukan dengan pemberian vaksin polio dan sadar akan kebersihan diri serta lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inspirasi Kejar Mimpi, Ini Kisah Penderita Polio Mendaki Gunung Tertinggi

Inspirasi Kejar Mimpi, Ini Kisah Penderita Polio Mendaki Gunung Tertinggi

Lifestyle | Kamis, 18 April 2019 | 06:05 WIB

Cegah Polio di Yaman, WHO dan UNICEF Lakukan Vaksinasi Massal

Cegah Polio di Yaman, WHO dan UNICEF Lakukan Vaksinasi Massal

Health | Jum'at, 30 November 2018 | 20:15 WIB

Nigeria Jadikan Indomie Strategi Ajak Warga Imuniasi Polio

Nigeria Jadikan Indomie Strategi Ajak Warga Imuniasi Polio

Health | Rabu, 14 November 2018 | 11:58 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×