Ini Gejala Anak yang Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 01 Oktober 2019 | 17:05 WIB
Ini Gejala Anak yang Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Sindrom down atau lebih dikenal down syndrome adalah kelainan genetik yang membuat anak yang menderitanya memiliki tingkat kecerdasan rendah, dibarengi dengan tanda fisik yang khas.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab anak menderita down syndrome, selain adanya kelainan genetik pada orang tua. Tapi mirisnya, anak-anak ini juga memiliki risiko 50 persen menderita kelainan jantung.

"Jadi ada 50 down syndrome, 50 persennya ada penyakit jantung bawaan," ujar Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Prof. Dr. Ganesja M. Harimurti, Sp. Jp di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (30/9/2019).

Karena tingginya risiko itu, maka para orang tua yang memiliki anak down syndrome harus segera memeriksakan anaknya ke dokter untuk dilihat kesehatan jantungnya. Belum lagi penelitian menyebut 8 dari 1000 anak yang lahir sudah memiliki penyakit jantung bawaan.

"Jadi, semua anak dengan down syndrome harus diperiksa kesehatan jantungnya. Mirisnya, ditemukan 8 dari 1000 anak lahir dengan (penyakit) jantung bawaan," tutur Prof. Ganesja.

Ahli jantung yang berpraktik di poliklinik jantung RS Siloam ini mengingatkan banyak orang untuk peduli terhadap tanda-tanda dan gejala anak dengan penyakit jantung bawaan sehinga bisa meminimal risiko sejak dini. Salah satunya dengan melihat berat badan anak.

"Ya itu (tandanya) tumbuh kembangnya kurang. Jadi anak yang sama-sama umur 1 tahun, dia cuma 5 kilo, sedangkan harusnya berat badannya 8 kilo," ungkapnya.

Cara mudah menghitung berat badan anak apakah masuk kategori normal atau tidak, Anda cukup mengingat bahwa anak berusia 1 tahun harus memiliki berat badan tiga kali berat badan saat si anak lahir. Kemudian, berat badan bertambah 2 kilogram setiap tahunnya. Jika kurang dari itu, maka patut dicurigai anak menderita penyakit jantung bawaan.

Selain berat badan, bisa juga dilihat dari cara dia meminum susu atau ASI pada ibunya. Anak normal biasanya menyusu terus menerus dalam satu tarikan selama beberapa menit. Sedangkan dengan anak penyakit jantung bawaan, mereka terlihat lelah saat menyusui dan terengah-engah.

baca juga

"Sering batuk panas, gangguan tumbuh kembang, gangguan makan, dan gangguan menyusu. Kalau normal kan mengisap 10 menit berhenti, kalau ini enggak, nyedot-berhenti, nyedot-berhenti, kaya capek, sering batuk panas nanti," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Penyakit Jantung Bawaan, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Saat Hamil

Hindari Penyakit Jantung Bawaan, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Saat Hamil

Health | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:12 WIB

Cegah Penyakit Jantung Bawaan, Ini Deteksi Dini yang Perlu Dilakukan

Cegah Penyakit Jantung Bawaan, Ini Deteksi Dini yang Perlu Dilakukan

Health | Jum'at, 20 September 2019 | 15:39 WIB

Berkat Teknologi, Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tidak Perlu Operasi

Berkat Teknologi, Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tidak Perlu Operasi

Health | Jum'at, 20 September 2019 | 15:11 WIB

Terkini

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan

Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Pemerintah Tantang Pembiayaan UMKM Tembus Rp2.000 Triliun

Pemerintah Tantang Pembiayaan UMKM Tembus Rp2.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemprov DKI Buka Wacana Tata Ulang Jalur Sepeda di Jakarta

Pemprov DKI Buka Wacana Tata Ulang Jalur Sepeda di Jakarta

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Harga Minyak Mentah di bawah 100 dolar AS, Stok Pertalite dan Biodiesel Diklaim Aman

Harga Minyak Mentah di bawah 100 dolar AS, Stok Pertalite dan Biodiesel Diklaim Aman

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:08 WIB

×