Banyak Anak Kecil Lihat Tragedi Penusukan Wiranto, Apa Dampaknya pada Otak?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 14:50 WIB
Banyak Anak Kecil Lihat Tragedi Penusukan Wiranto, Apa Dampaknya pada Otak?
Ilustrasi anak laki-laki. [shutterstock]

Suara.com - Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ditusuk di bagian perut oleh orang tak dikenal ketika berkunjung di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Berdasarkan video yang beredar, pelaku menusuk Wiranto ketika baru saja keluar mobil. Saat itu Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Orang-orang yang menyaksikan kedatangan dan penusukan Wiranto pun sempat terdengar berteriak histeris. Selain itu, banyak pula anak-anak di bawah umur yang menyaksikan kejadian penusukan tersebut.

Pastinya keberadaan anak-anak kecil ketika kejadian penusukan Wiranto pun menjadi perhatian publik. Apalagi beberapa anak-anak tengah mendekat ketika kejadian.

Padahal menyaksikan aksi kekerasan bisa memengaruhi alam bawah sadar dan otak anak-anak. Jangankan melihat secara langsung, menyaksikan tayangan kekerasan melalui televisi atau video pun memberikan dampak yang sama.

Wiranto ditusuk.
Wiranto ditusuk.

Para peneliti di Pusat Penelitian Fungsional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) di Columbia University Medical Center dilansir dari Medical Express telah menunjukkan bahwa menonton program kekerasan dapat menyebabkan bagian otak menekan perilaku agresif.

Sebuah makalah oleh ilmuwah Columbia juga menunjukkan bahwa jaringan otak yang bertanggung jawab untuk menekan perilaku seperti agresif tidak beralasan dan kurang aktif.

Perubahan ini bisa membuat seseorang kesulitan mengendalikan perilaku agresif. Temuan sekundernya, setelah melihat kekerasan berulang kali, area otak yang terkait dengan perilaku perencanaan menjadi lebih aktif.

Ilustrasi anak kecil dan bola (Shutterstock)
Ilustrasi anak kecil (Shutterstock)

Artinya, tayangan atau kejadian kekerasan bisa mengurangi kemampuan otak menghambat proses informasi yang berhubungan dengan perilaku.

baca juga

"Temuan kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa menonton media yang menggambarkan kekerasan memang memengaruhi pemrosesan di bagian otak yang mengontrol perilaku seperti agresi. Ini adalah temuan penting, dan penelitian lebih lanjut harus meneliti dengan sangat cermat bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku kehidupan nyata," kata Christopher Kelly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas Perempuan : Korban Kekerasan Berbasis Gender Perlu Berani Bicara

Komnas Perempuan : Korban Kekerasan Berbasis Gender Perlu Berani Bicara

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 08:21 WIB

Ibu-ibu Aksi Kecam Kekerasan Aparat terhadap Mahasiswa dan Pelajar

Ibu-ibu Aksi Kecam Kekerasan Aparat terhadap Mahasiswa dan Pelajar

Jabar | Kamis, 10 Oktober 2019 | 22:28 WIB

Film Joker Mainkan Stereotip tentang Kekerasan dan Gangguan Mental

Film Joker Mainkan Stereotip tentang Kekerasan dan Gangguan Mental

Health | Minggu, 06 Oktober 2019 | 21:15 WIB

Kelewat Agresif, Wanita Ini Memukul Pacar Pakai Laptop

Kelewat Agresif, Wanita Ini Memukul Pacar Pakai Laptop

Lifestyle | Jum'at, 26 Juli 2019 | 11:20 WIB

Terkini

Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'

Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:35 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:33 WIB

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30 WIB

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

×