PKBI Bali Temukan 2,3 Persen Remaja Suka Kirim Foto Sensual ke Pacar

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:29 WIB
PKBI Bali Temukan 2,3 Persen Remaja Suka Kirim Foto Sensual ke Pacar
Komang Sutrisna, Direktur PKBI Bali (Suara.com/Shevinna Putti)

Suara.com - Pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi pada remaja sudah seharusnya menjadi perhatian. Apalagi di era digital sekarang ini yang bisa memberikan banyak pengaruh pada remaja.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali pun telah melakukan penelitian terkait hal tersebut terhadap 5.000 siswa dari 5 SMP di Kota Denpasar. Penelitian ini juga fokus terhadap kesehatan mental, kedekatan anak dan orangtua, gender hingga bullying.

PKBI Bali lantas menyoroti persoalan seksualitas dan kesehatan reproduksi kaitannya dengan penggunaan media sosial dan gaya pacara remaja zaman now.

Hasilnya, sebanyak 9 dari 10 remaja sudah mengakses media sosial dan 16,3 persen dari mereka menggunakannya untuk mengakses pornografi.

Perlu diketahui televisi dan media sosial diakses oleh lebih dari 94 persen remaja laki-laki maupun perempuan dengan durasi akses paling banyak kurang dari 2 jam per hari.

Khususnya remaja laki-laki ditemukan lebih banyak mengakses media sosial dibandingkan perempuan. Lalu akses remaja laki-laki untuk konten pornografi pun mencapai 7 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Komang Sutrisna, Direktur PKBI Bali (Suara.com/Shevinna Putti)
Komang Sutrisna, Direktur PKBI Bali (Suara.com/Shevinna Putti)

Hal ini menunjukkan bahwa remaja sudah memilih rasa penasaran mengenai seksualitas dan reproduksi. Lalu mereka sangat mudah mendapatkannya melalui media sosial, internet maupun grup chatting.

Apalagi mereka mengaksesnya tanpa sepengetahuan orangtuanya. Padahal hal ini juga akan memengaruhi perilakunya, terutama dalam interaksi lawan jenis maupun berpacaran.

Hasil penelitian PKBI Bali pun menemukan sebanyak 7,3 persen remaja pria memiliki teman yang sudah berhubungan seksual vaginal dengan pacarnya.

Bagi mereka yang melakukan hubungan seksual berisiko mengaku hal itu sebagai bentuk cinta, kemudian diikuti rasa penasaran dan kewajiban atas pasangannnya.

Parahnya lagi, sebanyak 2,3 persen remaja juga mengaku pernah mengirimkan gambar sensualnya kepada orang lain, termasuk pacarnya.

"Ini baru angka segini, KISARA sampai membuat ILM bijak bermain medsos. Lalu ada beberapa kasus masuk ke KISARA dan media. Ada kasus di Badung yang menyebarkan gambar vulgar ke pacar mereka," kata Komang Sutrisna, SH, Direktur PKBI Provinsi Bali di Grand Santhi Hotel, Selasa (29/10/2019).

Menurut Komang Sutrisna, tingkat pacaran remaja sekarang memang sudah mencapai tahap mengirim foto dan video tanpa busana pada kekasihnya. Hal ini seolah membuktikan bahwa masih banyak remaja yang belum paham mengenai jejak digital yang bisa merugikan diri sendiri.

"Masih 2 kasus yang saya ceritakan. Sebenarnya, masih banyak sekali. Kemarin kita sempat mengobrol dengan tokoh-tokoh remaja. Ternyata, masih banyak sekali yang minim kesadaran mengenai jejak digital sampai remaja," jelasnya.

Karena itu, PKBI Bali dibantu relawan KISARA berupaya membuat media layanan sosial yang untuk menyadarkan dan mengajarkan remaja agar bijak bermain media sosial.

Harapannya, remaja paham adanya jejak digital yang bisa merugikan kehidupannya jika mengirim foto vulgar ke orang lain. Begitu pula ketika mereka melakukan hubungan seksual berisiko.

"Karena tingkat pacaran mereka sudah sampai ke tahap itu, mengirim foto dan video bugil ke pacar mereka," tegas Komang Sutrisna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?

Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:25 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Realistis atau Privilege? Mendalami Zero Waste di Lingkungan Masyarakat

Realistis atau Privilege? Mendalami Zero Waste di Lingkungan Masyarakat

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:50 WIB

Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal

Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal

Foto | Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:08 WIB

Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks

Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks

Foto | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:55 WIB

Zero Waste dan Tekanan Sosial: Saat Peduli Lingkungan Jadi Ajang Kompetisi

Zero Waste dan Tekanan Sosial: Saat Peduli Lingkungan Jadi Ajang Kompetisi

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:10 WIB

Aturan Baru Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Bisa Tekan Hoaks dan Akun Anonim

Aturan Baru Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Bisa Tekan Hoaks dan Akun Anonim

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:05 WIB

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:18 WIB

Konten Edukasi Semakin Banyak, tetapi Mengapa Polarisasi Tetap Tinggi?

Konten Edukasi Semakin Banyak, tetapi Mengapa Polarisasi Tetap Tinggi?

Your Say | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:10 WIB

Fenomena Zero Post di Media Sosial, saat Generasi Z Memilih Sunyi

Fenomena Zero Post di Media Sosial, saat Generasi Z Memilih Sunyi

Your Say | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:17 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB