Wabah Salmonella Dublin di AS: 1 Meninggal, 8 Dirawat di Rumah Sakit

Ririn Indriani, Risna Halidi

Senin, 04 November 2019 | 06:58 WIB
Wabah Salmonella Dublin di AS: 1 Meninggal, 8 Dirawat di Rumah Sakit
Ilustrasi: Salmonella Dublin adalah jenis bakteri yang sering ditemukan pada sapi.. (Shutterstock)

Suara.com - Satu orang dinyatakan meninggal dunia dan delapan orang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, karena Salmonella Dublin di Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC). Kini Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) dan pejabat kesehatan tingkat negara bagian sedang mencari tahu penyebab maraknya wabah Salmonella Dublin di enam negara bagian di AS.

Salmonella Dublin adalah jenis bakteri yang sering ditemukan pada sapi. Meski demikian sifatnya dapat menginfeksi manusia dan dapat menyebabkan infeksi pada aliran darah.

Hingga Jumat (1/11/2019), waktu setempat, ada sepuluh kasus infeksi yang dilaporkan terkait dengan konsumsi daging sapi dengan rincian delapan orang dilarikan ke rumah sakit dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Satu kasus terjadi di Texas, Oklahoma dan Iowa, dua kasus di California dan Kansas dan tiga kasus di Colorado dengan satu orang meninggal dunia di California.

Pejabat setempat belum mengidentifikasi satu sumber tunggal daging sapi yang diyakini menyebarkan Salmonella Dublin berdasarkan bukti epidemiologis dan laboratorium.

Menurut CDC, korban sakit dilaporkan mengonsumsi berbagai merek daging sapi giling di lokasi yang berbeda. Usia mereka yang terinfeksi berkisar antara 48 hingga 74 tahun dan 80% adalah laki-laki.

Laporan sakit mulai terjadi antara 8 Agustus sampai 22 September 2019. Pejabat setempat beranggapan beberapa kasus bisa jadi belum dilaporkan.

"Dari sembilan orang sakit dengan informasi yang tersedia, delapan (89%) dirawat di rumah sakit, yang jauh lebih tinggi daripada yang kita harapkan untuk infeksi Salmonella. Tingkat rawat inap biasanya sekitar 20%. Dalam lima (50%) orang sakit, Salmonella ditemukan dalam sampel darah, yang menunjukkan penyakit mereka mungkin lebih parah," tulis pernyataan CDC seperti yang Suara.com kutip dari Time.com.

baca juga

Pernyataan CDC juga menekankan bahwa mereka tidak menyarankan agar masyarakat berhenti mengonsumsi daging sapi yang dimasak dengan matang, atau bahwa pengecer berhenti menjual daging sapi. Sebaliknya, pernyataan dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar tidak makan daging sapi mentah atau setengah matang, dan menggunakan termometer makanan untuk memastikan daging mencapai suhu internal yang aman saat memasak.

Gejala Salmonella Dublin sendiri termasuk diare, demam dan kram perut, dan biasanya berlangsung selama empat hingga tujuh hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Antisipasi Wabah Ebola di Kongo Jadi Ancaman Global

WHO Antisipasi Wabah Ebola di Kongo Jadi Ancaman Global

Health | Senin, 21 Oktober 2019 | 20:55 WIB

Wabah Campak Kongo Jadi yang Paling Mematikan di Dunia saat Ini

Wabah Campak Kongo Jadi yang Paling Mematikan di Dunia saat Ini

Health | Rabu, 16 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Kembali Merebak, Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang

Kembali Merebak, Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang

Health | Senin, 02 September 2019 | 11:48 WIB

Terkini

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB