Silent Emergency! Dampak Jangka Panjang Pestisida Sangat Berbahaya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Selasa, 05 November 2019 | 10:10 WIB
Silent Emergency! Dampak Jangka Panjang Pestisida Sangat Berbahaya
Petani [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Paparan pestisida secara kronis dinilai dapat mengakibatkan kondisi Silent Emergency. Kondisi ini dapat mengancam kesehatan tanpa disadari atau tidak terlihat.

Dalam jangka panjang, paparan ini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang berawal dari hal sepele, seperti kesemutan, hingga menjalar ke masalah yang lebih berbahaya.

Pada 2016, Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp. S(K) sempat melakukan penelitian terkait dampak jangka panjang paparan pestisida di empat dusun di Seloprojo, Ngablak, Magelang.

Dari penelitian tersebut, Ismail menemukan 60% petani yang terpapar pestisida, berisiko mengalami dampaknya. Dampak yang paling menonjol adalah dari segi neurologi atau saraf.

"Ada empat yang kita dibuat kaget. Pertama adalah tingginya neuropati atau sensasi kebas yang tidak hilang. Yang kedua, melibatkan berkurangnya kemampuan intelektual yang dapat menyebabkan kepikunan," tutur Ismail di Puskesmas Ngablak, Magelang, Senin (4/11/2019) kemarin.

Summer Course 2019 di Kecamatan Ngablak, Magelang (Suara.com/Rosiana)
Summer Course 2019 di Kecamatan Ngablak, Magelang (Suara.com/Rosiana)

Selain itu, lanjut Ismail, peningkatan perlemahan pembuluh darah sangat tinggi, terlebih pada petani yang merokok dan stunting atau gangguan pada pertumbuhan anak adalah dua dampak lain dari paparan pestisida.

Kurangnya kesadaran petani dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) membuat petani mudah terpapar pestisida yang mengandung organophosphates.

"Organophosphates itu dampaknya terhadap tubuh manusia itu jangka pendek, seperti alergi, dan jangka panjang sudah sampai ke intoksikasi. Paling sering terkena adalah saraf, baik saraf tepi atau saraf pusat," sambungnya.

Ilustrasi petani menyemprotkan pestisida. (Pixabay/wuzefe)
Ilustrasi petani menyemprotkan pestisida. (Pixabay/wuzefe)

Atas kondisi ini, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Farmasi mengadakan kegiatan Summer Course 2019 in Interprofessional Health Care: Emergency and Trauma Care di sejumlah kecamatan di Magelang, salah satunya Kecamatan Ngablak.

baca juga

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari 31 mahasiswa asing dan 27 mahasiswa UGM, melihat dan mempelajari langsung dampak dari paparan pestisida. Mereka juga memberi edukasi serta penyuluhan terhadap masyarakat tentang dampak dari paparan pestisida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Nutrisi, Akses Sanitasi & Kebersihan juga Berkaitan dengan Stunting

Selain Nutrisi, Akses Sanitasi & Kebersihan juga Berkaitan dengan Stunting

Health | Senin, 04 November 2019 | 20:49 WIB

Tantangan Bisnis Produk Kurangi Anemia dan Stunting, Total Hadiah 1,2 M

Tantangan Bisnis Produk Kurangi Anemia dan Stunting, Total Hadiah 1,2 M

Press Release | Senin, 04 November 2019 | 15:45 WIB

Pemerintah Beberkan Tantangan Utama Pengentasan Stunting, Apa Saja?

Pemerintah Beberkan Tantangan Utama Pengentasan Stunting, Apa Saja?

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 09:05 WIB

Hobi Menonton Drama Sambil Rebahan, Remaja 19 Tahun Terserang Stroke

Hobi Menonton Drama Sambil Rebahan, Remaja 19 Tahun Terserang Stroke

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 20:35 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×