Selain Nutrisi, Akses Sanitasi & Kebersihan juga Berkaitan dengan Stunting

Galih Priatmojo | Rosiana Chozanah
Selain Nutrisi, Akses Sanitasi & Kebersihan juga Berkaitan dengan Stunting
Ilustrasi tinggi badan anak, tubuh pendek atau stunting. ( Shutterstock)

Stunting disebutkan telah memengaruhi seperempat anak secara global.

Suara.com - Hingga kini stunting masih menjadi masalah nasional dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mengentaskannya.

Menurut Wakil Presiden Ma'ruf Amin, masyarakat seharusnya diberi edukasi mengenai stunting agar mereka memahaminya sehingga dapat melakukan pencegahan sejak dini.

"Yang pertama tentu pemahaman masyarakat terhadap masalah stunting. Kemudian budaya masyarakat itu. Ini yang nanti kita akan lakukan, selain mereka paham. Makanya kita ingin mereka paham sebelum menikah. Dari mulai pra-nikah sudah tahu. Kemudian mengubah kebiasaan yabg bisa menimbulkan terjadinya stunting itu," tutur Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jumat (1/11/2019).

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan sesuai usia mereka lebih dari dua kali standar deviasi median Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Ilustrasi bayi kembar identik (Pixabay/3194556)
Ilustrasi bayi stunting  (Pixabay/3194556)

Berdasarkan Annals Globlal Health, stunting menjadi bentuk kekurangan gizi yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan linear dalam 2 tahun pertama kehidupan, semenjak anak masih di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun.

Kondisi ini memengaruhi seperempat anak-anak secara global.

Selain asupan gizi pada anak, secara umum lingkungan juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting.

- Air, sanitasi, dan kebersihan

Berdasarkan dua penelitian menemukan, ketika presentase rumah ke akses sanitasi meningkat, tingkat stunting di daerah penelitian (dalam hal ini Afrika Sub-Sahara) menurun.

Bahkan, studi lain menemukan, mengurangi presentase buang air besar sembarangan lebih efektif dalam mengurangi stunting daripada meningkatkan kepemilikan toilet secara individu.

Ditemukan juga peningkatan 10% buang air besar sembarangan menyebabkan peningkatan 0,7% dalam prevalensi stunting.

Praktik kebersihan juga diketahui penting untuk mendukung kesehatan anak.

Ada dua penelitian menemukan praktik kebersihan yang ditingkatkan, seperti mencuci tangan secara tepat berkaitan dengan penurunan tingkat stunting.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS