Studi: Polusi dan Pencemaran Udara Dapat Memicu Depresi

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Selasa, 05 November 2019 | 11:24 WIB
Studi: Polusi dan Pencemaran Udara Dapat Memicu Depresi
Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Pencemaran dan polusi udara telah terbukti menyebabkan beberapa kondisi medis akut dan kronis, mulai dari gangguan pernapasan, masalah jantung, otak, bahkan memengaruhi kesehatan ibu hamil.

Bukan cuma itu, dilansir dari Times of India, polusi dan pencemaran udara yang berbahaya ini ternyata juga bisa merusak kesehatan mental seseorang.

Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Lippincott Portfolio oleh Wolters Kluwer, kerusakan partikel-partikel udara dapat mempengaruhi kesehatan mental para remaja.

Untuk melakukan penelitian ini, 144 remaja diberikan tes stres sosial yang meliputi pidato lima menit dan tes matematika. Yang mengejutkan, setelah mempelajari detak jantung remaja dan respons tubuh lainnya, ditemukan bahwa remaja dengan respons otonom yang lebih tinggi terhadap stres, juga mengalami peningkatan kadar PM 2,5 (partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil) di dekat rumah mereka.

Meski hubungan antara udara yang tercemar dan stresor yang lebih besar belum dijelaskan, tetap saja penelitian ini membuat kita harus mengingat bahwa udara beracun juga dapat merusak perkembangan saraf dan fungsi kognitif.

Sebuah laporan berbeda yang diterbitkan dalam Ochsner Journal juga mengatakan hal lain dari dampak pencermaran dan polusi udara.

Menunjuk data dari China yang diterbitkan pada tahun 2018, setiap peningkatan 1 standar deviasi dalam hal partikulat pada konsentrasi PM 2,5, akan meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki penyakit mental (termasuk depresi) sebesar 6,67 persen.

Karenanya, udara beracun tidak hanya membuat paru-paru Anda terganggu, tetapi juga berdampak pada cara Anda berpikir.

Lantas, bagaimana untuk meminimalkan paparan pencemaran dan polusi udara? Para dokter sangat menyarankan agar Anda bisa menghindari pergi keluar rumah, kecuali saat benar-benar diperlukan.

baca juga

Mereka juga menyarankan agar saat udara sedang buruk atau beracun, berhentilah olahraga di luar ruangan dan menghindari olahraga berat yang menyebabkan pernapasan lebih cepat.

Langit yang kelabu dan udara beracun membuat napas kita terasa sesak. Ini pasti akan membuat kita merasa stres dan pada akhirnya berkontribusi pada suasana hati rendah.

Lebih penting lagi, fokuslah pada apa yang perlu Anda lakukan. Dari membatasi penggunaan mobil, menggunakan transportasi umum, menanam lebih banyak pohon, sepenuhnya menghindari pembakaran sampah, dan banyak hal lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pencemaran udara di sekitar Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Udara Jakarta Pagi Ini Paling Tidak Sehat, Pakai Masker!

Udara Jakarta Pagi Ini Paling Tidak Sehat, Pakai Masker!

Bisnis | Rabu, 30 Oktober 2019 | 09:25 WIB

Hari Stroke Sedunia, Ini Pentingnya Waktu dalam Upaya Pencegahan

Hari Stroke Sedunia, Ini Pentingnya Waktu dalam Upaya Pencegahan

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 18:10 WIB

Depresi dan Kecemasan Bisa Sebabkan Kehilangan Memori, Ini Alasannya!

Depresi dan Kecemasan Bisa Sebabkan Kehilangan Memori, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB