Berkaca dari Ayah Olga Lidya, Begini Cara Bertahan dengan Pneumonia

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Rabu, 06 November 2019 | 11:47 WIB
Berkaca dari Ayah Olga Lidya, Begini Cara Bertahan dengan Pneumonia
Artis sekaligus ketua Bidang Penjurian FFI Olga Lidya. [suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Suara.com - Ayah dari aktris Olga Lidya, Hertadi, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (5/11/2019) sore. Menurut kabar yang diterima awak media, ayah Olga meninggal karena menderita pneumonia.

"Ia benar (meninggal)," tutur Olga saat dihubungi awak media pada hari yang sama.

Kabar duka ini pertama kali diketahui berdasarkan pesan berantai yang turut diterima Suara.com.

"Berita duka cita. Telah dipanggil ke rumah Bapa di Surga pada Selasa 5 November 2019, bapak Hertadi ayah dari Olga Lydia. Jenazah rencana akan disemayamkan di Rumah duka Grand Heaven Pluit," bunyi pesan tersebut.

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Olga Lidya di konfrensi pers tentang akan digelarnya konser akbar bertajuk Konser 2 Jari pada Sabtu 5 Juli 2014, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, di Posko Media Center, JKW4P, Jalan Cemara, Menteng, Rabu (2/7). [suara.com/Bagus Santosa]
Olga Lidya di konfrensi pers tentang akan digelarnya konser akbar bertajuk Konser 2 Jari pada Sabtu 5 Juli 2014, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, di Posko Media Center, JKW4P, Jalan Cemara, Menteng, Rabu (2/7). [suara.com/Bagus Santosa]

Menurut Tanaya Bhowmick, MD, asisten profesor kedokteran dalam penyakit menular di Sekolah Kedokteran Robert Wood Johnson di New Jersey, pneumonia memang dapat menyebabkan kematian namun ini adalah kasus yang jarang terjadi.

"Kami melihat begitu banyak orang yang menderita pneumonia yang bertahan hidup," kata Dr. Bhowmick, melansir Health.

Bhowmick mengatakan, seseorang dengan pneumonia dapat tetap aman dengan mencari perawatan dokter.

Dokter dapat membantu menemtukan jenis pneumonia yang dimiliki pasien sehingga akan tahu jenis perawatan apa yang cocok. Misalnya, antibiotik hanya membantu melawan pneumonia bakteri, sementara beberapa orang dengan infeksi virus mungkin mendapat manfaat dari obat antivirus.

baca juga
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Tidak bergantung pada jenis pneumonianya, Bhowmick menambahkan, pasien harus menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dan banyak istirahat.

Berdasarkan American Lung Association, istirahat adalah hal penting bagi penderita pneumonia. Sebab, bekerja kembali atau berolahraga di saat belum benar pulih dapat menyebabkan kekambuhan infeksi.

Hal penting lainnya adalah mencegah terjadinya pneumonia, yaitu dengan vaksin flu. Hal itu karena virus ini bisa sebabkan pneumonia.

Sedangkan menurut Healthline, seseorang dengan pneumonia dapat tetap menjaga kesehatannya dengan memantau kesehatan, mendapatkan vaksinasi, mempraktikan kebersihan, dan menjalani hidup sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Beberkan Asal Usul Hoax Vaksin Sebabkan Anak Autis

Pakar Beberkan Asal Usul Hoax Vaksin Sebabkan Anak Autis

Video | Minggu, 03 November 2019 | 07:10 WIB

Anda Bersedia Disuntik Virus Flu? Dibayar Rp 46 Juta Lho!

Anda Bersedia Disuntik Virus Flu? Dibayar Rp 46 Juta Lho!

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 12:35 WIB

Penelitian Vaksin Sebabkan Autisme Hoax, Pakar Beberkan Alasannya

Penelitian Vaksin Sebabkan Autisme Hoax, Pakar Beberkan Alasannya

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 07:05 WIB

Kabar Gembira, Ilmuwan Selangkah Lagi Temukan Vaksin Pencegah Tuberkulosis

Kabar Gembira, Ilmuwan Selangkah Lagi Temukan Vaksin Pencegah Tuberkulosis

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 18:53 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×