Apakah Berpikir Dapat Membakar Kalori? Ini Jawabannya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 11 November 2019 | 09:26 WIB
Apakah Berpikir Dapat Membakar Kalori? Ini Jawabannya

Suara.com - Apakah Anda pernah merasa sangat lapar setelah berpikir keras? Otak memang bertanggung jawab atas penyerapan energi yang sangat besar ini.

Ketika tubuh dalam keadaan diam dan tidak beraktivitas, otak menghabiskan 20% hingga 25% dari keseluruhan energi tubuh, terutama dalam bentuk glukosa. Itu berarti rata-rata 350 atau 450 kalori per hari untuk wanita dan pria.

Selama masa kanak-kanak, otak bahkan lebih rakus. "Dalam usia rata-rata 5-6 tahun, otak dapat menggunakan lebih dari 60% energi tubuh," kata Doug Boyer, seorang profesor antropologi evolusi dari Duke University seperti dikutip dari Live Science.

Kebiasaan mengacaukan glukosa ini sebenarnya menjadikan otak organ yang paling menghabiskan energi dalam tubun. Namun secara keseluruhan hanya menyumbang 2% dari berat tubuh.

"Jika Anda memiliki otak yang sangat besar relatif terhadap ukuran tubuh Anda, maka itu mungkin akan lebih mahal secara metabolisme," kata Boyer.

Selain itu, otak tidak pernah benar-benar beristirahat. Ia menjelaskan ketika kita tidur, otak masih membutuhkan bahan bakar untuk terus mengeluarkan sinyal antar sel untuk menjaga fungsi tubuh kita.

Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).
Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).

Nah, sel-sel tersebut membutuhkan bagian dari glukosa tubuh untuk bertahan hidup dan terus melakukan pekerjaan mereka, yakni menyalurkan makanan ke neuron.

Apakah itu berarti semakin banyak kita menggunakan otak maka semakin banyak membakar kalori ?

Jawabannya adalah "ya", untuk tugas yang sulit secara kognitif. Apa yang dianggap sebagai tugas sulit tersebut bervariasi di antara individu. Tetapi secara umum, hal itu dapat digambarkan sebagai sesuatu yang otak tidak dapat menyelesaikan dengan mudah menggunakan rutinitas yang telah dipelajari sebelumnya, atau tugas yang mengubah kondisi secara terus-menerus.

Ilustrasi anak lelaki memejamkan matanya sambil berimajinasi. [shutterstock]
Ilustrasi anak lelaki memejamkan matanya sambil berimajinasi. [shutterstock]

Kegiatan semacam itu mungkin termasuk belajar memainkan alat musik atau merencanakan gerakan inovatif selama permainan catur yang intens.

"Ketika Anda berlatih untuk mempelajari sesuatu yang baru, otak Anda beradaptasi untuk meningkatkan transfer energi di daerah (otak)," kata menurut Claude Messier, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di University of Ottawa di Kanada.

Seiring waktu, ketika kita menjadi lebih terampil dalam melakukan tugas tertentu, otak tidak lagi harus bekerja keras untuk menyelesaikannya. Dengan melakukan tugas itu pada akhirnya akan membutuhkan lebih sedikit energi, Messier menjelaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting Bagi Anak, Kesehatan Usus Adalah Otak Kedua Manusia

Penting Bagi Anak, Kesehatan Usus Adalah Otak Kedua Manusia

Video | Minggu, 10 November 2019 | 13:00 WIB

Manfaat Tidur Nyenyak, dapat Obati Gangguan Kecemasan

Manfaat Tidur Nyenyak, dapat Obati Gangguan Kecemasan

Health | Sabtu, 09 November 2019 | 19:12 WIB

Dikira Tumor Otak, Ternyata Ada Cacing di Otak Lelaki Ini

Dikira Tumor Otak, Ternyata Ada Cacing di Otak Lelaki Ini

Health | Kamis, 07 November 2019 | 05:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB