Nutrisi dan Penanganan yang Tepat Bantu Anak Prematur Tumbuh Optimal

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Jum'at, 15 November 2019 | 07:30 WIB
Nutrisi dan Penanganan yang Tepat Bantu Anak Prematur Tumbuh Optimal
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Nutrisi dan Penanganan yang Tepat Bantu Anak Prematur Tumbuh Optimal

Ada 15 juta anak terlahir prematur di seluruh dunia setiap tahunnya. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena kelahiran prematur merupakan penyebab kematian tertinggi anak baru lahir.

Untuk itu masyarakat di seluruh negara memperingati Hari Prematur Sedunia pada tanggal 17 November setiap tahunnya.

Berdasarkan data WHO, terdapat 10 negara penyumbang 60 persen kelahiran prematur di dunia. Dari kesepuluh negara tersebut, Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi dengan angka kelahiran prematur sekitar 675.500 pada tahun 2010.

Menurut Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-KFM, Dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi pemicu kelahiran prematur.

Faktor risiko tersebut di antaranya adalah usia ibu yang terlalu muda saat terjadi kehamilan, ibu yang hamil dengan anak kembar dua atau lebih, infeksi saat kehamilan, penyakit yang diderita ibu saat hamil seperti diabetes, hipertensi, anemia, hingga kurangnya nutrisi saat hamil, gaya hidup tidak sehat, dan gangguan kesehatan mental saat mengandung seperti depresi.

Hadir dalam acara "Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal", Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, dr. M. Azharry Rully S, Sp.A, mengatakan bahwa anak yang lahir prematur masih memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.

"Ada tata laksana tertentu yang bisa diikuti dan diterapkan oleh orangtua dari anak prematur agar si kecil bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhannya," ucap Azharry saat ditemui media di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, (14/11/2019).

Seorang pegang kaki bayi kembarnya yang lahir prematur. [shutterstock]
Seorang ibu memegang kaki bayi kembarnya yang lahir prematur. [shutterstock]

Tata laksana yang dapat diikuti orangtua dalam merawat anak prematur di antaranya adalah:

baca juga

1. Waspada Hipotermia

Karena kondisi kesehatannya, anak prematur atau berat lahir rendah lebih rentan untuk mengalami hipotermia. Pastikan setelah memandikan, anak benar-benar kering dan segera selimuti untuk menjaga suhu tubuhnya

2. Metode Kanguru

Ibu dapat mempraktikkan Metode Kanguru untuk menghangatkan anak baru lahir menggunakan suhu tubuh ibunya. Selain menghangatkan tubuh anak, metode kanguru juga dipercaya dapat meningkatkan berat badan bayi dengan cepat dan memperkuat ikatan antara ibu dan anak.

3. Jangan lupa ASI

Untuk menjaga berat badan anak setelah lahir, berikan ASI sesering mungkin walaupun waktu menyusuinya pendek, setidaknya sekali dalam 2 jam. Jika anak belum bisa menyusui, maka ASI perah dapat diberikan dengan peralatan pendukung seperti sendok atau gelas. Selain sebagai sumber nutrisi, ASI dapat meningkatkan imunitas dan perkembangan tubuh anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya, Bayi Kembar Lahir dengan Berat Badan Kurang dari 1 Kg

Pertama Kalinya, Bayi Kembar Lahir dengan Berat Badan Kurang dari 1 Kg

Health | Selasa, 12 November 2019 | 17:55 WIB

Mau Makamkan Anak, Ayah Malah Temukan Bayi Masih Hidup dalam Tanah Kuburan

Mau Makamkan Anak, Ayah Malah Temukan Bayi Masih Hidup dalam Tanah Kuburan

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:36 WIB

Ini Sederet Kondisi yang Mengharuskan Bayi Masuk Ruang NICU

Ini Sederet Kondisi yang Mengharuskan Bayi Masuk Ruang NICU

Health | Minggu, 15 September 2019 | 05:05 WIB

Terkini

Catat! Ini Daftar Pekerja yang Tidak Bisa Dapat BSU 2026 Menurut Permenaker Terbaru

Catat! Ini Daftar Pekerja yang Tidak Bisa Dapat BSU 2026 Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:12 WIB

Pajak Pembalut vs Kondom: Menakar Keadilan Transaksi Kesehatan Perempuan

Pajak Pembalut vs Kondom: Menakar Keadilan Transaksi Kesehatan Perempuan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:10 WIB

Cara Menemukan File dan Aplikasi yang Memakan Ruang di HP Android

Cara Menemukan File dan Aplikasi yang Memakan Ruang di HP Android

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 10:01 WIB

Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini

Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027

Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027

Foto | Senin, 02 November 2026 | 10:00 WIB

Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser

Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser

News | Senin, 02 November 2026 | 09:59 WIB

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:55 WIB

Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?

Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 09:48 WIB

Finalis MediaMIND Telusuri Proses Produksi Timah hingga Program Lingkungan PT TIMAH di Kundur

Finalis MediaMIND Telusuri Proses Produksi Timah hingga Program Lingkungan PT TIMAH di Kundur

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:48 WIB

OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah

OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:41 WIB

×