Stres akibat Keguguran, Wanita Ini Alami Rambut Rontok dan Idap 3 Penyakit

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Stres akibat Keguguran, Wanita Ini Alami Rambut Rontok dan Idap 3 Penyakit
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Seorang wanita menderita berbagai macam penyakit akibat stres usai keguguran.

Suara.com - Nadine Griffiths, seorang ibu dua anak dari Inggris menderita anemia, alopecia hingga kejang karena stres berat setelah mengalami keguguran.

Setelah mengalami keguguran pada 2012 silam, Nadine mengaku rambutnya sering rontok disertai kejang dan kekurangan zat besi.

Nadine mengaku sangat malu ketika banyak orang mengiranya sakit kanker karena kerontokan rambutnya. Padahal sebelumnya Nadine selalu tampil dengan rambut panjang.

"Kondisi ini mengambil kesan kewanitaanku. Saya merasa bersalah karena orang-orang di luar sana dengan kanker menjalani kemoterapi dan kehilangan rambut mereka," ujar Nadine dikutip dari Metro.

Baca Juga: Studi: Usia Menstruasi Pertama Pengaruhi Risiko Serangan Jantung

Wanita 29 tahun ini merasa rambut rontok dan masalah yang dideritanya sangat mengubah hidupnya. Ia menjadi tegang, emosional, gelisah dan cemas tentang segalanya.

Sebelumnya, Nadine mengetahui sedang hamil ketika pergi ke rumah sakit karena mengalami pendarahan. Saat itu Nadine merasa sangat kesakitan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

"Saya sangat terkejut ketika mereka memberi tahu bahwa saya hamil. Setelah 48 jam, petugas medis juga memberi tahu bahwa saya mengalami keguguran yang mengerikan," ujarnya.

Kenyataan bahwa ia hamil dan keguguran itulah membuat Nadine trauma dan stres. Bahkan ia juga menderita anemia dan sering kejang akibat stres pikirannya.

Karena itu semua, Nadine mulai mengalami kerontokan rambut yang awalnya hanya sebidang kecil menjadi lebih besar seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Anang dan Aurel Ganti Warna Rambut, Ashanty Stres dan Mau Ngamuk?

"Rambut rontok itu lebih dari dua minggu dimulai dengan sebidang kecil, 6 minggu kemudian sebagian besar hilang," ujarnya.

Komentar