Jangan Cemas, Haid Tidak Teratur Bisa Disebabkan Oleh 5 Hal Ini

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 29 November 2019 | 08:33 WIB
Jangan Cemas, Haid Tidak Teratur Bisa Disebabkan Oleh 5 Hal Ini
Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]

Suara.com - Tidak semua perempuan mengalami haid yang datang teratur setiap bulannya, dengan siklus yang hampir sama setiap bulan, yaitu antara 25-38 hari. Beberapa perempuan mengalami haid tidak teratur, dengan siklus di atas 38 hari, dan selalu berbeda-beda setiap bulannya.

Kerap bikin was-was, karena kadang, haid tidak teratur menunjukkan adanya masalah pada organ reproduksi perempuan. Tapi, apa saja sih yang menyebabkan haid tidak teratur?
Penyebab haid tidak teratur sendiri cukup beragam, namun untuk sampai pada diagnosis tertentu, tentu harus melalui evaluasi dokter. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab haid tidak teratur dan gejalanya, seperti dilansir dari Medical News Today, Jumat (29/11/2019).

1. Penggunaan alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi yang mengandung hormon, seperti pil KB atau IUD, dapat menyebabkan perdarahan yang tidak teratur. Ini karena alat kontrasepsi tersebut cenderung mengganggu kestabilan hormon reproduksi dalam tubuh. Akibatnya, darah haid yang keluar kadang jadi lebih sedikit, atau tidak haid sama sekali. Namun untuk lebih memastikannya, cobalah berkonsultasi dengan dokter, ya.

2. Ketidakseimbangan tiroid

Masalah pada tiroid, misalnya tiroid kurang aktif (hipotiroid), dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih lama dan lebih berat.
Sebaliknya, hipertiroid atau tingginya tingkat hormon tiroid, dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih pendek dan ringan. Jika ini yang terjadi, gejala lain yang juga mungkin dialami adalah berat badan turun mendadak, kecemasan dan kegugupan, serta pembengkakan di pangkal leher yang merupakan tanda umum kelainan tiroid.

3. Ibu menyusui

Menyusui membuat hormon prolaktin yang bertanggung jawab dalam produksi ASI membuat Anda tidak haid sama sekali. Tapi, ini cuma sementara, kok. Haid akan segera kembali normal setelah Anda berhenti menyusui.

4. Stres

Hormon kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres, meningkat ketika kita kita sedang stres. Hormon ini secara tidak langsung memengaruhi produksi hormon reproduksi yang mengatur siklus haid. Jadi, tak heran jika siklus haid jadi terganggu akibat proses pelepasan sel telur (ovulasi) yang tidak normal.

Baca Juga: Belum Haid, Siti Badriah Harap-Harap Cemas Menanti Kehamilan

5. Perimenopause atau pramenopause
Ini adalah fase transisi sebelum seorang perempuan memasuki masa menopause. Siap-siap, biasanya ini terjadi pada usia 40-an, meski bisa saja terjadi lebih awal. Fase ini bisa berlangsung selama 4 hingga 8 tahun, dimulai dengan perubahan pada siklus haid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI