Hari AIDS Sedunia, Wajah Gelap Penanggulangan HIV di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 01 Desember 2019 | 07:05 WIB
Hari AIDS Sedunia, Wajah Gelap Penanggulangan HIV di Indonesia
Hari AIDS Sedunia, ketahui masalah utama penanganan HIV di Indonesia. (Shutterstock)

Meski begitu, Nining juga akui pelayanan kesehatan kini sudah lebih baik dari sebelumnya pada 2004 lalu ia didiagnosis positif HIV.

Namun masih saja ada oknum tenaga kesehatan yang melakukan perilaku diskriminatif, yang akhirnya membuat para ODHA tidak nyaman dan mengintimidasi secara psikologis, hingga ogah mendatangi kembali rumah sakit itu.

"Terus contohnya pelayanan kesehatan, yang sebetulnya kebutuhannya bukan untuk pengobatan, tapi lebih membuat orang maksudnya apa, kenapa nanya lagi. Jadi ada beberapa temen-temen nggak mau dateng ke rumah sakit itu sebenernya bukan rumah sakitnya, petugas yang buat trauma, tetap yang dilihat rumah sakit," ungkapnya.

Ada juga kejadian masih anggota IPPI diusir oleh warga tempatnya ia tinggal, tepatnya di Jakarta Timur, karena takut menularkan HIV/AIDS. Bahkan hingga anak ODHA yang ditolak oleh sekolah karena para orang tua murid khawatir menularkan kepada anak-anak yang lain.

Padahal kata Nining, sudah seharusnya masyarakat tahu bagaimana proses penularan HIV/AIDS itu sendiri yakni melalui cairan sperma, vagina, air asi, dan darah. HIV/AIDS juga tidak akan menular jika pertukaran air liur, kontak fisik, kontak sosial dan sebagainya.

"Tindakan kecil yang akhirnya orang dengan HIV merasa, memang begitu ya padahal kan nggak menular. Itu hal kecil yang sebenernya nggak perlu terjadi. Sedangkan kita-kita ini sudah tahu, bagaimana cara menularkan, bagaimana cara mencegahnya, kita juga nggak ada mau nularin orang," terangnya.

Kekosongan obat ARV, apa solusinya?

Dibandingkan dengan India yang angka ODHA-nya 4 kali lipat lebih tinggi tapi pemerintahnya sudah bisa membuat obat sendiri, Indonesia masih ketinggalan. Rasanya tidak mungkin menunggu jumlah ODHA untuk sebesar itu, baru Indonesia mau bertindak.

Aditya menyoroti pemerintah yang bergantung pada perusahaan farmasi dalam negeri dalam hal ini Indo Farma dan Kimia Farma yang tidak benar-benar serius untuk membuat obat bagi ODHA.

baca juga

"Karena Indonesia itu terlalu menggantungkan pada beberapa farmasi, ini bukan hanya motif sosial tapi juga motif mencari keuntungan. Tender juga masih gagal," imbuhnya.

ARV, obat yang dikonsumsi PSK pengidap AIDS. [Suara.com/Erick Tanjung]
ARV, obat yang dikonsumsi pengidap AIDS. [Suara.com/Erick Tanjung]

Hal yang cukup mengkhawatirkan, jika keadaan ini didiamkan terus menerus angka epidemi HIV/AIDS akan semakin luas. ODHA tidak dapat obat, sehingga penularan semakin tinggi.

Dari catatan IAC dari 2018 hingga 2019 penularan baru meningkat dari 48.000 menjadi 49.000 ODHA.

"Harapannya mumpung punya Menkes yang baru, ayo lakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari kebijakan kerangkanya, maupun pendanaannya. Apakah sudah memadai untuk mengendalikan epidemi? mana yang harus dibuat ya dibuat, mana yang harus dihilangkan ya dihilangkan. Tantangan-tatangannya," tutup Aditya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 14:45 WIB

Jumlah Obat HIV Anak Terbatas, Ini Tanggapan Kemenkes

Jumlah Obat HIV Anak Terbatas, Ini Tanggapan Kemenkes

Health | Rabu, 27 November 2019 | 19:12 WIB

Ilmuwan Temukan Strain HIV Baru, Akankah Jadi Ancaman Anyar?

Ilmuwan Temukan Strain HIV Baru, Akankah Jadi Ancaman Anyar?

Health | Rabu, 13 November 2019 | 18:35 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×