Pernah Sakit Perut setelah Minum Milk Tea Boba? Ternyata Ini Penyebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Pernah Sakit Perut setelah Minum Milk Tea Boba? Ternyata Ini Penyebabnya
Minum bubble tea. (Shutterstock)

Beberapa orang merasa sakit perut setelah minum milk tea boba. Mengapa bisa demikian?

Suara.com - Apakah Anda pernah merasa sakit perut atau sering kentut setelah minum milk tea boba? Ternyata kondisi ini disebut dengan intoleransi laktosa.

Melansir dari worldofbuzz.com, ternyata orang Asia lebih rentan mengalami intoleransi laktosa. Sebagian besar anak memang memiliki kemampuan untuk mencerna laktosa.

Proses ini dapat dilakukan dengan enzim yang disebut laktase. Namun, jumlah enzim laktase pada anak-anak akan berkurang setelah lewat 5 tahun. Penurunan enzim laktase inilah disebut juga laktase non-persistensi.

Padahal manusia seharusnya tidak toleran laktosa pada peradaban awal. Tetapi, orang-orang di belahan bumi barat menjadi toleran terhadap laktosa karena penemuan pertanian ribuan tahun lalu dan orang mengambil sumber laktosa lainnya selain ASI.

Ternyata, orang-orang dari negara yang tidak mendapatkan sinar matahari seperti Eropa. Mereka perlu mengonsumsi lebih banyak susu untuk kalsium mereka kekurangan vitamin D dari matahari.

Ilustrasi milk tea (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi milk tea (Pixabay/StockSnap)

Hal itulah yang menjawab pertanyaan mengapa orang non-Asia lebih baik dalam mencerna produk susu daripada orang Asia, terutama yang mendapat banyak sinar matahari.

Beberapa negara yang lebih dekat dengan garis khatulistiwa memiliki prevalensi intoleransi laktosa yang lebih tinggi. Hal ini juga terkait dengan alasan hanya 5 persen orang dewasa dari Eropa yang mengalami intoleransi laktosa. Sedangkan, lebih dari 90 persen berasal dari masyarakat Asia.

Minuman bubble tea. (Shutterstock)
Minuman bubble tea. (Shutterstock)

Karena itu pula, beberapa orang mungkin merasa sakit perut, sering kentut hingga diare setelah minum milk tea dengan boba.

Kondisi ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Meski begitu, adapun produk susu yang masih lebih baik untuk dikonsumsi, seperti keju dan yogurt. Keduanya mengandung lebih sedikit laktosa daripada susu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS