Pacar Keanu Reeves Mengaku Tak Tahan dengan Racun di Dalam Pewarna Rambut

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 06 Desember 2019 | 16:22 WIB
Pacar Keanu Reeves Mengaku Tak Tahan dengan Racun di Dalam Pewarna Rambut
Alexandra Grant, pacar Keanu Reeves. (Instagram/@grantalexandra)

Suara.com - Kekasih Keanu Reeves, Alexandra Grant (46), mengaku dirinya sudah tidak dapat menolerir racun yang terkandung dalam pewarna rambut. Itulah mengapa ia sekarang membiarkan rambutnya yang memutih diketahui publik.

"Aku beruban dini di awal usia 20-an dan pernah mewarnai rambutku dengan banyak warna sampai aku tidak bisa lagi menolerir racun dari pewarna rambut itu lagi," tulisnya dalam unggahan Instagram, Kamis (5/12/2019).

Dalam unggahan tersebut, Grant juga mengunggah tangkapan layar sebuah berita berjudul "Kanker Payudara Berkaitan dengan Pewarna Rambut Permanen dan Obat Pelurus Rambut dalam Studi pada Hampir 50.000 Wanita", dari laman Newsweek.

Grant juga bercerita bahwa ia sudah tidak mengecat rambut lagi sejak usia 30 tahun, dan mengaku bahwa mengikuti standar kecantikan tidak sebanding dengan risiko kesehatannya.

Pewarna rambut permanen dapat menyebabkan perubahan kimiawi yang berlangsung lama pada batang rambut. Terkadang pewarna ini disebut dengn 'pewarna tar batubara' kerena kandungan di dalamnya.

Unggahan kekasih Keanu Reeves, Alexandra Grant (Instagram/Alexandra Grant)
Unggahan kekasih Keanu Reeves, Alexandra Grant (Instagram/Alexandra Grant)

Melansir Cancer.org, produk ini mengandung zat tidak berwarna seperti amina aromatik dan fenol, tetapi jika digabungkan dengan hidrogen peroksida, melalui reaksi kimia zat-zat ini menjadi zat pewarna.

Pewarna rambut yang lebih gelap cenderung menggunakan lebih banyak zat pewarna ini.

Berdasarkan Poison.org, bahkan ketika pewarna rambut digunakan sesuai petunjuk, efek kesehatan yang berbahaya mungkin masih dapat terjadi.

Sebanyak 25 bahan berbeda dalam pewarna rambut dapat menyebabkan efek kulit yang berbahaya. Salah satu penyebab utamanya adalah zat perantara primer paraphenylenediamine (PPD).

Jika bersentuhan dengan kulit, zat ini dapat menyebabkan iritasi, seperti kemerahan, luka, gatal, dan terbakar. Kadang-kadang, reaksi alergi terjadi dan melibatkan pembengkakan pada wajah dan leher yang menyebabkan kesulitan bernapas. Efek racun ini dapat terjadi segera atau sehari setelah kontak dengan kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahan Dasar Pewarna Rambut di Salon Ini Bikin Melongo, Apa Ya?

Bahan Dasar Pewarna Rambut di Salon Ini Bikin Melongo, Apa Ya?

Lifestyle | Rabu, 07 Februari 2018 | 08:15 WIB

Ini Akibatnya Jika Sembarangan Memilih Pewarna Rambut

Ini Akibatnya Jika Sembarangan Memilih Pewarna Rambut

Health | Rabu, 25 November 2015 | 13:51 WIB

Akibat Pewarna Rambut, Perempuan Ini Nyaris Tewas

Akibat Pewarna Rambut, Perempuan Ini Nyaris Tewas

Health | Selasa, 02 September 2014 | 08:40 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB