alexametrics

Anak Tak Bersalah Jadi Korban HIV AIDS, KPPPA: Masyarakat Tidak Menjauhi!

Ririn Indriani | Vessy Dwirika Frizona
Anak Tak Bersalah Jadi Korban HIV AIDS, KPPPA: Masyarakat Tidak Menjauhi!
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019. (Shutterstock)

ODHA sering menghadapi stigma negatif masyarakat yang keliru dan pemahaman salah lainnya tentang penularan virus HIV.

Suara.com - Selain faktor risiko kesehatan yang besar, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga sering menghadapi stigma negatif masyarakat yang keliru dan pemahaman salah lainnya tentang penularan virus HIV. Terutama pada kelompok anak dengan HIV/AIDS (ADHA).

“Tidak masalah apa pun yang menyebabkan mereka menerima virus itu, tidak boleh dijauhi tapi kita rangkul,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ciput Eka Purwianti.

Ciput menambahkan, selama ini, ADHA maupun ODHA menerima stigma yang akhirnya menimbulkan beberapa diskriminasi seperti pembatasan akses terhadap sosial politik, ekonomi bahkan pendidikan.

Kemen PPPA memiliki tugas untuk memastikan ADHA tidak menerima diskriminasi dan mendapat perlindungan dari negara, masyarakat dan terutama keluarga.

Baca Juga: Puger Mulyono, Sosok Pendobrak Stigma tentang Anak Penderita HIV/AIDS

Dalam rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, Kemen PPPA menggelar sosialisasi bertajuk Kilau Generasi Bebas HIV dan AIDS dengan tema Masyarakat yang Membuat Perubahan yang dikemas dalam berbagai kegiatan seperti senam bersama, games berhadiah, flash mob, serta Power Talk sebagai ruang edukasi dan diskusi bagi masyarakat di sekitar area Car Free Day Sudirman, Minggu (08/12/2019).

“Acara ini diselenggarakan, karena banyak anak-anak yang bukan keinginan mereka lantas terinfeksi HIV menerima stigma yang luar biasa berat sehingga mereka di diskriminasi. Bahkan beberapa kasus, ada anak yang tidak boleh sekolah, dikeluarkan dari sekolah, itu yang ingin kita lindungi,” jelas Ciput.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, Kemen PPPA menggelar sosialisasi bertajuk 'Kilau Generasi Bebas HIV dan AIDS' dengan tema 'Masyarakat yang Membuat Perubahan' pada Minggu (8/12/2019). (Suara.com/Vessy Dwirika Frizona)
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, Kemen PPPA menggelar sosialisasi bertajuk 'Kilau Generasi Bebas HIV dan AIDS' dengan tema 'Masyarakat yang Membuat Perubahan' pada Minggu (8/12/2019). (Suara.com/Vessy Dwirika Frizona)

Tahun 2018, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan sebanyak 46.659 (Data Kemenkes) dengan 1320 kasus diantaranya adalah kasus HIV pada anak.

Banyaknya jumlah kasus ini perlu mendapat perhatian masyarakat terutama dari segi penghapusan stigma dan diskriminasi.

“Itu yang kita harapkan, masyarakat mengubah cara pandangnya, bahwa ODHA dan ADHA itu bisa diobati, sembuh mungkin tidak karena virusnya menetap seumur hidup dalam tubuh di aliran darahnya, tapi dia bisa diobati dan dia punya harapan hidup yang sama dengan orang yang sehat,” kata Ciput.

Baca Juga: Ini Alasan Anda Harus Jujur Ketika Didiagnosis Mengidap HIV/AIDS

Dalam diskusi Power Talk dengan tema yang menghadirkan empat narasumber diantaranya Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti, Pengurus Yayasan AIDS Indonesia Bernard, Wakil Ketua Gerakan Komite Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia Dr.

Komentar