Suka Makan Cabai Bisa Turunkan Risiko Kena Stroke dan Serangan Jantung

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 18 Desember 2019 | 10:55 WIB
Suka Makan Cabai Bisa Turunkan Risiko Kena Stroke dan Serangan Jantung
Cabai. (Unsplash)

Suara.com - Suka Makan Cabai Bisa Turunkan Risiko Kena Stroke dan Serangan Jantung

Makanan pedas memang sangat ampuh menambah nafsu makan. Meski sangat sedikit orang yang menyukai makanan yang banyak mengandung banyak cabai, karena salah-salah bisa memicu sakit perut hingga mulas.

Tapi, sebuah penelitian tentang cabai nampaknya akan membuatmu berpikir ulang tentang manfaat makanan pedas, karena menurut penelitian baru membuktikan mengonsumsi makanan pedas bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Mengutip laman Metro, Rabu (18/12/2019) penelitian dilakukan kepada hampir 23.000 orang dan menemukan mereka yang secara teratur mengonsumi cabai, 61 persen lebih kecil berisiko meninggal karena stroke, dan 40 persen berisiko lebih kecil mengalami serangan jantung.

Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Secara teratur mengonsumsi cabai juga ditemukan mengurangi risiko kematian penyakit jantung iskemik hinga 44 persen. Hal ini diperkirakan karena cabai bisa berubah menjadi capsaicin, atau bahan kimia yang mengurangi peradangan.

"Fakta menariknya adalah perlindungan dari risiko kematian tidak bergantung pada jenis diet yang diikuti. Dengan kata lain, seseorang bisa mengikuti diet Mediterania yang sehat, dan orang lain tidak melakukannya, tapi bagi mereka semua cabai punya efek perlindungan yang sama," ujar peneliti utama Dr. Marialaura Bonaccio, Institute for Research, Rawat Inap dan Perawatan Kesehatan (IRCCS) Neuromed, Molise, Italia. 

Subyek yang terdaftar pada penelitian yang disebut Moli-sani ini, ialah mereka yang memakan cabai setidaknya empat kali seminggu, yang jauh lebih kecil kemungkinanya untuk mati selama 8 tahun ke depan dibanding rekan-rekannya yang jarang menyentuh dan mengonsumsi cabai.

Penelitian ini bukanlah penelitian pertama tentang manfaat cabai untuk kesehatan. Pada studi sebelumnya telah menunjukkan cabai bisa melindungi dari kanker, diabetes, penghilang rasa sakit, hingga meningkatkan bakteri baik di usus, dan memerangi obesitas. 

"Cabai adalah komponen dasar dari budaya makan kita. Ini terlihat saat  kami melihat cabai tergantung di balkon rumah Italia, bahkan digambarkan dalam perhiasan," ujar Profesor Licia Lacoviello, Universitas Insubria, Varese.

Lalu, selama berabad-abad cabai ini dikaitkan dengan pola konsumsi berdasarkan anekdot dan tradisi, bahkan cenderung pada pengaruh sihir. Nah, dengan adanya penelitian ini maka penting melihatnya jadi lebih serius, dengan bukti yang kuat dan kacamata ilmiah.

"Dan sekarang, seperti yang sudah diamati di Cina dan Amerika Serikat, kita tahu bahwa berbagai tanaman dari spesies capsicum, walau cara konsumsinya berbeda, tapi bisa mengarahkan pada perlindungan kesehatan," tutup Profesor Licia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nonton Drama Selama 3 Minggu, Pria 50 Tahun Alami Kebutaan dan Stroke

Nonton Drama Selama 3 Minggu, Pria 50 Tahun Alami Kebutaan dan Stroke

Health | Senin, 16 Desember 2019 | 16:40 WIB

Studi: Tidur Lebih dari 9 Jam Tingkatkan Risiko Stroke

Studi: Tidur Lebih dari 9 Jam Tingkatkan Risiko Stroke

Health | Sabtu, 14 Desember 2019 | 10:00 WIB

Jangan Kebiasaan Tidur Siang 90 Menit, Bisa Tingkatkan Risiko Stroke!

Jangan Kebiasaan Tidur Siang 90 Menit, Bisa Tingkatkan Risiko Stroke!

Health | Kamis, 12 Desember 2019 | 20:29 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB