Tidak Pacaran saat Remaja Bukan Hal Menyedihkan, Ini Kata Peneliti

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 26 Desember 2019 | 15:00 WIB
Tidak Pacaran saat Remaja Bukan Hal Menyedihkan, Ini Kata Peneliti
Ilustrasi pasangan romantis. [shutterstock]

Suara.com - Berpacaran atau berkencan selama masa remaja dianggap sebagai cara penting bagi kaum muda untuk membangun identitas diri. Namun penelitian baru dari University of Georgia telah menemukan bahwa tidak pacaran bisa menjadi pilihan yang sama bermanfaatnya bagi remaja.

Studi yang dipublikasikan secara online di The Journal of School Health, menemukan bahwa remaja yang tidak pacaran atau berkencan selama sekolah pertama maupun atas memiliki keterampilan sosial yang baik dan depresi rendah. Bahkan bernasib lebih baik atau setara dengan teman sebaya yang berkencan.

"Mayoritas remaja telah memiliki beberapa jenis pengalaman romantis pada usia 15 hingga 17 tahun, atau remaja pertengahan," kata Brooke Douglas, seorang mahasiswa doktoral dalam promosi kesehatan di College of Public Health UGA dan penulis utama studi tersebut.

Dilansir dari Science Daily, untuk melakukan ini, Douglas dan rekan penulis studi Pamela Orpinas memeriksa siswa kelas 10. Mereka disuruh melaporkan tidak atau jarang kencan selama periode tujuh tahun dan dibandingkan dengan keterampilan emosional maupun sosial dari teman sebaya mereka yang lebih sering berkencan.

Mereka menganalisis data yang dikumpulkan selama studi 2013 yang dipimpin oleh Orpinas, dengan obyek remaja Georgia Timur Laut dari kelas enam hingga kelas 12.

Aturan saat mulai pacaran. [shutterstock]
Aturan saat mulai pacaran. [shutterstock]

Setiap musim semi, siswa menunjukkan apakah mereka berkencan dan melaporkan sejumlah faktor sosial serta emosional. Termasuk hubungan positif dengan teman, di rumah dan di sekolah, gejala depresi serta pikiran untuk bunuh diri.

Guru-guru mereka menyelesaikan kuesioner yang menilai perilaku setiap siswa di bidang-bidang yang mencakup keterampilan sosial, kepemimpinan dan tingkat depresi.

Hasilnya menunjukkan, siswa yang tidak berpacaran memiliki keterampilan interpersonal yang serupa atau lebih baik daripada rekan-rekan mereka yang lebih sering berkencan.

Sementara skor hubungan positif yang dilaporkan sendiri dengan teman-teman, di rumah dan di sekolah tidak berbeda antara teman yang berkencan dan tidak.

Guru menilai siswa yang tidak berkencan secara signifikan lebih tinggi untuk keterampilan sosial dan keterampilan kepemimpinan daripada teman mereka yang berkencan.

Ilustrasi pacaran [pixabay]
Ilustrasi pacaran [pixabay]

Siswa yang tidak berkencan juga cenderung lebih rendah mengalami depresi. Skor guru pada skala depresi secara signifikan lebih rendah untuk kelompok yang melaporkan tidak ada kencan. Selain itu, proporsi siswa yang melaporkan diri sendiri sedih atau putus asa secara signifikan lebih rendah dalam kelompok ini juga.

"Singkatnya, kami menemukan bahwa siswa yang tidak berpacaran baik-baik saja dan hanya mengikuti lintasan perkembangan yang berbeda dan sehat daripada teman kencan mereka," kata Orpinas, seorang profesor dan pelaku kesehatan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa remaja memang memiliki kebebasan individu untuk memilih apakah mereka ingin berkencan atau tidak. Dan bahwa opsi mana pun dapat diterima dengan pikiran sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Milenial Amankan Finansial

Strategi Milenial Amankan Finansial

Your Say | Jum'at, 20 Desember 2019 | 10:34 WIB

Stres Bikin Hipertensi Pada Remaja?

Stres Bikin Hipertensi Pada Remaja?

Your Say | Sabtu, 14 Desember 2019 | 11:04 WIB

4 Remaja Penyandang Disabilitas Ikut Kompetisi IT di Korea, Keren Banget!

4 Remaja Penyandang Disabilitas Ikut Kompetisi IT di Korea, Keren Banget!

Lifestyle | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:51 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB