Wajib Tahu! Ini Tiga Penyakit yang Banyak Dialami Perempuan

Ririn Indriani

Sabtu, 28 Desember 2019 | 05:05 WIB
Wajib Tahu! Ini Tiga Penyakit yang Banyak Dialami Perempuan
Penyakit lupus. (Shutterstock)

2. Systemic Lupus Eritematosus (SLE)
Penyakit kedua yang juga lebih banyak dijumpai pada perempuan adalah penyakit Systemic Lupus Eritematosus (SLE).

Penyakit autoimun ini dialami 9 kali lebih banyak pada perempuan dibandingkan lelaki.

"Penyakit SLE terjadi pada 30-50 kasus pada 100.000 penduduk. Penyakit ini terjadi pada perempuan muda usia produktif. Jarang sekali ditemukan pada usia muda," terang Prof Ari.

Lebih lanjut Prof Ari menjelaskan SLE ditandai dengan rambut rontok, gangguan pada kulit terutama wajah berupa merah-merah kulit seperti kupu-kupu dan akan bertambah merah jika terpapar sinar matahari, nyeri-nyeri pada sendi dan otot, demam yang tidak terlalu tinggi, serta sariawan berulang.

SLE itu sendiri, sambung dia, bisa menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh antara lain kelainan darah, gangguan ginjal, gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan paru, gangguan pada organ-organ pencernaan seperti usus, lambung dan liver, gangguan pada sistim saraf pusat serta gangguan pada mata.

"Pasien yang mengalami SLE karena gangguan pada pembekuan darahnya juga bisa mengalami keguguran berulang," ungkap Prof Ari.

Mengingat komplikasi yang multiorgan deteksi dini penyakit ini juga menjadi penting agar komplikasi yang bisa melibatkan banyak organ bisa dicegah.

"Bagi pasien yang sudah diketahui menderita SLE maka dianjurkan untuk minum obat teratur dan agar selalu kontrol teratur agar komplikasi akibat penyakit SLE tidak terjadi," tuturnya.

Selanjutnya tentang Irritable Bowel Syndrome (IBS).

baca juga

3. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Penyakit ketiga yang juga lebih banyak diderita oleh kaum perempuan adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Laporan kejadian IBS pada perempuan rata-rata 2-3 kali lebih banyak dibandingkan lelaki.

Walau beberapa kepustakaan menyebutkan tidak ada perbedaan yang signifikan angka kejadian IBS pada kaum lelaki maupun perempuan.

Pasien dengan IBS biasanya datang dengan keluhan nyeri perut yang hilang timbul, disertai dengan kembung bisa disertai dengan diare atau malah susah buang air besar.

Nyeri perut ini, kata Prof Ari, biasanya berkurang setelah buang air besar. Penyakit ini diangkat karena mengenai 10-15 % penduduk dunia.

Tidak ada perbedaan ras terhadap angka kejadian penyakit ini.Pasien dengan IBS bisa datang dengan mencret atau susah BAB.

Melalui pemeriksaan lebih lanjut tidak ditemukan kelainan pada pasien ini atau tidak ditemukan kelainan organik.

"IBS merupakan penyakit fungsional. Banyak pasien yang datang ke dokter dengan perut kembung kadang disertai nyeri perut dan diare, terutama setelah makan makanan tertentu misal terlalu berlemak atau terlalu pedas. Pasien bisa saja tidak merasakan keluhan ini sebelumnya," terang Prof Ari merinci.

Lantas, apakah penyakit IBS ini berbahaya sampai mengancam jiwa? Jawabannya, kata Prof Ari, tidak, tapi penyakit IBS ini akan mengganggu aktifitas pasien yang mengalami masalah IBS.

"Keluhan kembung dan nyeri perut ini tentu akan mengurangi kualitas hidup seseorang," imbuhnya.

Karena keluhan bisa timbul setiap saat atau setiap waktu yang biasanya dicetuskan oleh makanan tertentu atau faktor stres.

Faktor stres timbul bisa karena berbagai hal seperti kurang tidur, terlalu lelah, masalah keluarga, sekolah maupun masalah pekerjaan.

Pada sebagian perempuan keluhan IBS tercetus saat menstruasi dan saat kehamilan.

Penanganan pasien ini, lanjut Prof Ari, biasanya dengan menghindari makanan tertentu seperti makanan berlemak, makanan terlalu merangsang seperti makanan yang pedas, kopi, minuman bersoda.

Selain itu, obat-obatan juga diperlukan, seperti obat anti cemas sesuai kebutuhan,obat antikram (antispasmodik), antidiare atau pencahar tergantung keadaan BAB-nya.

Probiotik juga bisa diberikan terutama untuk IBS dengan keluhan susah BAB.

"Dengan berobat teratur dan menghindari faktor pencetus kita dapat mengendalikan penyakit ini" tutup Prof Ari..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Diet Tinggi Lemak Bisa Memicu Kanker Payudara

Awas, Diet Tinggi Lemak Bisa Memicu Kanker Payudara

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:27 WIB

Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 12:45 WIB

Terapi Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Ini Alasannya!

Terapi Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 12:22 WIB

Ada Obat Pencegah Kanker Payudara, Manfaatnya Terasa Lebih Lama pada Wanita

Ada Obat Pencegah Kanker Payudara, Manfaatnya Terasa Lebih Lama pada Wanita

Health | Minggu, 15 Desember 2019 | 18:55 WIB

Pewarna dan Obat Pelurus Rambut Dinilai Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Pewarna dan Obat Pelurus Rambut Dinilai Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 20:05 WIB

Waduh, Produk Pewarna Rambut Populer Dikaitkan dengan Risiko Kanker?

Waduh, Produk Pewarna Rambut Populer Dikaitkan dengan Risiko Kanker?

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 08:10 WIB

Terkini

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

×