Lari Maraton Bisa Bikin Pembuluh Darah Lebih Sehat, Benarkah?

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 09 Januari 2020 | 18:24 WIB
Lari Maraton Bisa Bikin Pembuluh Darah Lebih Sehat, Benarkah?
Ilustrasi lari maraton baik untuk pembuluh darah. [Shutterstock]

Suara.com - Lari Maraton Bisa Bikin Pembuluh Darah Lebih Sehat, Benarkah?

Kebiasaan lari maraton ternyata dapat membuat dampak postif pada artiri atau pembuluh darah nadi. Pembuluh nadi sendiri merupakan pembuluh darah berotot yang bertugas membawa darah dari jantung.

Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti dari Barts and University College London yang melakukan penelitian terhadap 138 pelari pemula dalam ajang London Marathon.

Selama enam bulan pelatihan, arteri para pelari terpantau lebih elastis dan lebih muda, yang pada akhirnya dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Bahkan tekanan darah juga terpantau turun, sama seperi saat menelan obat yang dianjurkan.

Seberapa lama dan jarak yang dibutuhkan untuk lari maraton? Membutuhkan waktu antara 4 jam 30 menit atau 5 jam 30 menit dengan rata-rata jarak tempuh lari 42 km. Tapi karena ini adalah olahraga intensitas tinggi, maka tim peneliti mengimbau agar masyarakat melakukan tes kesehatan dulu sebelum siap melakukan maraton.

"Orang dengan masalah jantung atau kondisi medis lain harus bicara dulu kepada dokter mereka. Tapi bagi banyak orang, manfaat berolahraga lebih tinggi daripada risikonya," kata kepala peniliti, Dr Charlotte Manisty.

Ia juga mengimbau bagi mereka yang ingin mendapat manfaat dari maraton, untuk berlatih berbulan-bulan sebelum dimulai. Mulai dengan pemanasan dan berlatih menambah waktu dan jarak secara perlahan.

Ilustrasi lari maraton ( Freedigitalphotos/Sura Nualpradid)
Ilustrasi lari maraton ( Freedigitalphotos/Sura Nualpradid)

Sebelum maraton, baiknya sempatkan untuk beristirahat dan biarkan otot memulihkan dirinya sendiri. Sebagai gambaran dan penutup, berapa waktu ideal berolahraga?

Dalam waktu seminggu, orang dewasa minimal harus melakukan 150 menit olahraga moderat seperti jalan cepat atau bersepeda dan olahraga intensitas sedang seperti 75 menit berlari atau bermain bola.

Baiknya juga melakukan kegiatan fisik lain seperti push-up, sit-up atau angkat beban dua minggu sekali.

"Tetap aktif dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung atau stroke dan mengurangi kemungkinan kematian dini," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Heran jika Anda Pusing Saat Belum Makan Apa-Apa, Ini Alasannya!

Jangan Heran jika Anda Pusing Saat Belum Makan Apa-Apa, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 20:50 WIB

Bocah 9 Tahun Nyaris Meninggal Karena Tertusuk Besi, Begini Kondisinya

Bocah 9 Tahun Nyaris Meninggal Karena Tertusuk Besi, Begini Kondisinya

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 12:55 WIB

Silent Emergency! Dampak Jangka Panjang Pestisida Sangat Berbahaya

Silent Emergency! Dampak Jangka Panjang Pestisida Sangat Berbahaya

Health | Selasa, 05 November 2019 | 10:10 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB