Bahaya! Burnout Berefek pada Gangguan Irama Jantung

Yasinta Rahmawati

Rabu, 15 Januari 2020 | 19:00 WIB
Bahaya! Burnout Berefek pada Gangguan Irama Jantung
Ilustrasi stres pekerjaan. (Shutterstock)

Suara.com - Merasa sangat lelah, tanpa energi, kehilangan semangat dan mudah tersinggung? Mungkin Anda mengalami kelelahan vital atau sindrom burnout. Rupanya, burnout dapat berefek pada gangguan irama jantung yang berpotensi mematikan.

Itulah kesimpulan dari sebuah penelitian besar yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology, dilansir dari Medical Express.

"Kelelahan vital, yang biasa disebut sebagai sindrom burnout, biasanya disebabkan oleh stres yang berkepanjangan dan mendalam di tempat kerja atau rumah," kata penulis studi dr. Parveen K. Garg dari University of Southern California di Los Angeles.

Cukup berbeda dari depresi, burnout ditandai dengan suasana hati yang rendah, rasa bersalah dan harga diri yang buruk. Hasil penelitian lebih lanjut menetapkan bahaya yang dapat disebabkan pada orang yang menderita burnout, yakni fibrilasi atrium.

Fibrilasi atrium adalah bentuk aritmia jantung yang paling umum. Diperkirakan 17 juta orang di Eropa dan 10 juta orang di AS akan mengalami kondisi ini pada tahun depan, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian.

(Shutterstock)
(Shutterstock)

Tekanan psikologis telah diungkap sebagai faktor risiko untuk fibrilasi atrium, tetapi penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam. Selain itu, sampai sekarang, hubungan spesifik antara kelelahan vital dan fibrilasi atrium belum dievaluasi.

Para peneliti dalam penelitian ini menyurvei lebih dari 11.000 orang untuk mengetahui adanya burnout. kemarahan, penggunaan antidepresan dan dukungan sosial yang buruk. Mereka kemudian mengikuti subyek selama hampir 25 tahun untuk pengembangan fibrilasi atrium.

Peserta dengan tingkat burnout tertinggi berada pada risiko 20% lebih tinggi terkena fibrilasi atrium selama masa tindak lanjut dibandingkan dengan mereka yang sedikit atau tidak ada bukti burnout.

Dr. Garg mencatat bahwa dua mekanisme kemungkinan berperan. "Kelelahan vital dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan peningkatan aktivasi respon stres fisiologis tubuh," katanya.

baca juga

"Ketika dua hal ini dipicu secara kronis yang dapat memiliki efek serius dan merusak pada jaringan jantung, yang pada akhirnya bisa mengarah pada perkembangan aritmia ini."

Meski demikian, penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengidentifikasi tindakan nyata bagi dokter untuk membantu pasien yang burnout.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlalu Jelas Mendengar Detak Jantung Sendiri, Wanita Ini Cemas dan Panik

Terlalu Jelas Mendengar Detak Jantung Sendiri, Wanita Ini Cemas dan Panik

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:10 WIB

Deg-degan Karena Nervous, Berbahayakah Buat Jantung?

Deg-degan Karena Nervous, Berbahayakah Buat Jantung?

Health | Minggu, 01 September 2019 | 05:05 WIB

Detak Jantung Pria Ini Kembali Normal Berkat Jalan Berlubang, Kok Bisa?

Detak Jantung Pria Ini Kembali Normal Berkat Jalan Berlubang, Kok Bisa?

Health | Rabu, 01 Mei 2019 | 14:17 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB