Kata Pakar: Begini Aturan Diet untuk Pasien Kanker

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:20 WIB
Kata Pakar: Begini Aturan Diet untuk Pasien Kanker
Ilustrasi diet untuk pasien kanker. [shutterstock]

Suara.com - Diet kerap dilakukan seseorang dengan maksud memperbaiki pola makan agar menjadi lebih baik. Biasanya, diet dilakukan oleh mereka yang bermasalah dengan berat badan, atau mengidap gangguan kesehatan tertentu.

Nah, bagaimana dengan pasien kanker? Apakah mereka boleh berdiet?

Senior Consultant Medical Oncology Dr. Foo Kian Fong, mengatakan setidaknya ada tiga hal yang patut diperhatian oleh pasien kanker ketika memutuskan akan melakukan diet. Pertama, jika pasien baru saja selesai dioperasi, maka ia harus menjalani serangkaian aturan makan untuk pemulihan.

Dr. Foo Kian Fong, Senior Consultant Medical Oncology. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dr. Foo Kian Fong, Senior Consultant Medical Oncology. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Setelah operasi, memang ada pengaturan makanan pastinya, karena itu recovery (pemulihan). Tapi yang sedang kemoterapi dan radioterapi, itu tidak boleh berlebihan," ujar Dr. Foo di Shangri-La Hotel, Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (18/1/2020).

Mengingat makanan diet cenderung terasa hambar dan tanpa rasa, hal ini sangat mungkin akan memperburuk apa yang dirasakan pada pasien kanker. Hal itu karena umumnya setelah kemoterapi, indra perasa pasien akan terganggu, membuat mereka sulit merasakan makanan. Jadi, poin kedua, dokter yang fokus pada kanker pencernaan itu mengatakan bahwa pasien kanker boleh saja mengonsumsi makanan tidak sehat demi menambah nafsu makan.

"Pasien dengan kemoterapi dan radiasi itu seperti orang hamil, kadang nggak ada rasa, jadi makan mungkin dia nggak mau. Jadi, daripada nggak makan, lebih baik dia unhealthy food juga tidak apa-apa, karena perlu untuk memulihkan, karena mereka perlu nutrisi juga," paparnya.

Seperti kita tahu, makanan asli tanpa proses pemasakan memang baik untuk sehatan, seperti sushi yang menggunakan ikan mentah atau sashimi. Tapi ini ternyata tidak disarankan untuk semua orang, karena sashimi bisa menumbuhkan kembali sel kanker setelah kemoterapi.

"Terapi radiasi, tidak disarankan untuk makan sushi, salad, karena ada zat-zat yang merangsang sel kankernya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Berita Kesehatan: Makanan Pencegah Osteoporosis, Mitos Diet Populer

5 Berita Kesehatan: Makanan Pencegah Osteoporosis, Mitos Diet Populer

Health | Senin, 13 Januari 2020 | 21:24 WIB

5 Mitos Populer Soal Diet yang Terbukti Tidak Benar, Penting Banget!

5 Mitos Populer Soal Diet yang Terbukti Tidak Benar, Penting Banget!

Health | Senin, 13 Januari 2020 | 17:35 WIB

Strategi Jitu Menurunkan Berat Badan

Strategi Jitu Menurunkan Berat Badan

Your Say | Senin, 13 Januari 2020 | 16:33 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB