Heboh Guru Sebut Muridnya "Lonte", Psikolog Anak Ungkap Dampaknya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 20 Januari 2020 | 15:41 WIB
Heboh Guru Sebut Muridnya "Lonte", Psikolog Anak Ungkap Dampaknya!
Ilustrasi stop bullying. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang siswi SMKN 1 Anambas pasrah jika harus putus sekolah setelah dikatai oleh guru agamanya sendiri dengan sebutan "lonte".

Kejadian ini berawal ketika siswi berinisial AR sedang pulang sekolah menaiki kapal penyeberangan roro bersama teman-teman dan gurunya.

Saat itu AR sedang duduk di atas sepeda motor dan berbocengan dengan teman laki-laki. Guru agamanya, SK langsung meneriaki AR dengan sebutan lonte di depan umum.

"Di atas roro anak saya duduk berboncengan di atas sepeda motor dengan temannya. Motor tersebut punya anak saya, yang bawa teman laki-laki satu sekolah dan dekat tempat tinggal. Saat bercerita tersebut, gurunya yang juga ada di kapal roro tersebut langsung meneriaki AR 'Kamu macam lonte'," tutur RM, orangtua AR Jumat (17/1/2020).

Akibat ucapan gurunya, AR pun menangis sepanjang perjalanan pulang dan enggan masuk sekolah lagi. Karena usaha RM memotivasi anaknya agar tetap sekolah tidak berhasil, ia pun memutuskan datang ke sekolah.

Ilustrasi bullying
Ilustrasi bullying

Sayangnya, kedatangan RM ke sekolah untuk membicarakan soalnya anaknya bersama guru yang bersangkutan tidak menemukan solusi. Begitu pula ketika kasus ini ditengahi oleh konselor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Anambas, Erda.

Pihak SMKN 1 Anambas, tempat AR mengenyam pendidikan justru akan memutuskan untuk mengeluarkan AR.

Kasus seorang guru menyebut muridnya sendiri dengan kata "lonte" ini pun sempat menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini tentunya akan berkaitan dengan psikologis AR, sebagai anak remaja yang disebut "lonte".

Menurut Inhastuti Sugiasih, psikolog anak sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, kasus guru yang menyebut muridnya "lonte" termasuk tindakan kekerasan verbal.

baca juga

Apalagi kata-kata tersebut ditujukan pada seorang anak yang masih dalam masa pembentukan jati diri. Selain itu, hal ini juga memicu terjadinya bullying di lingkungan sosial.

"Sebenarnya itu termasuk kekerasan verbal juga ya. Masa remaja itu kan masa pembentukan identitas diri. Jadi tidak baik jika melabel seorang anak dengan sebutan "lonte". Itu juga kan kata-kata yang menyakiti hati," kata Inhastuti Sugiasih,S.Psi, M.Psi ketika dihubungi Suara.com, Senin (20/1/2020).

Tudingan "lonte" juga bisa memberikan dampak psikologis pada AR. Dalam hal ini, Inhastuti berpendapat bahwa anak mungkin saja mengira bahwa dirinya seburuk "lonte" hingga menarik diri dari lingkungan.

"Dampaknya ya anak akan memandang bahwa dirinya buruk karena disebut lonte tadi itu kan. Lalu dia akan menarik diri dari lingkungan sosialnya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Perjalanan Hidup Ponari, dari Dukun Cilik, Sales hingga Lamaran

5 Fakta Perjalanan Hidup Ponari, dari Dukun Cilik, Sales hingga Lamaran

News | Minggu, 19 Januari 2020 | 15:57 WIB

Dikatai Lonte sama Guru Agama, Siswi SMK Anambas Stress Berhenti Sekolah

Dikatai Lonte sama Guru Agama, Siswi SMK Anambas Stress Berhenti Sekolah

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:46 WIB

Korban Bullying, Juara Kontes Kecantikan Ini Pernah Dilempari Batu

Korban Bullying, Juara Kontes Kecantikan Ini Pernah Dilempari Batu

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×