Tidak Hanya Pikiran, Emosi Negatif Memiliki Dampak Buruk pada Kesehatan!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Tidak Hanya Pikiran, Emosi Negatif Memiliki Dampak Buruk pada Kesehatan!
ilustrasi emosi (Shutterstock)

Pikiran dan emosi memiliki efek luas pada tubuh seperti metabolisme, pelepasan hormon dan fungsi kekebalan tubuh.

Suara.com - Kita tahu bahwa pikiran memiliki koneksi dengan tubuh. Misalnya, ketika kita stres, tubuh akan mengalami gejalanya seperti sakit perut.

Tetapi penelitian berkembang dan hasilnya menunjukkan bahwa emosi dan pikiran negatif mungkin juga memiliki hubungan dengan masalah kesehatan serius lainnya, seperti penyakit jantung.

"Banyak emosi negatif seperti kemarahan, ketakutan dan frustasi menjadi masalah ketika emosi itu berubah menjadi sifat yang permanen," kata Emiliana Simon-Thomas, PhD, dari Greater Good Science Center di UC Berkeley.

Berdasarkan penelitian pada 2014 dari jurnal Stroke menunjukkan, orang-orang yang mendapat nilai tinggi dalam sikap tidak ramah, stres kronis dan gejala depresi memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke daripada koresponden yang ramah dan baik.

Dilansir Health, pikiran dan emosi memiliki efek luas pada tubuh seperti metabolisme, pelepasan hormon dan fungsi kekebalan tubuh.

ilustrasi emosi negatif (shutterstock)

Ada satu teori yang membuktikan hal ini, yaitu "ketika Anda stres atau tertekan, kadar kortisol meningkat, membuat sistem kekebalan tubuh kurang mampu mengendalikan peradangan. Seiring waktu, hal ini dapat menimbulkan penyakit."

Hal ini juga berlaku bagi orang yang sedang mengalami 'hari yang buruk', kata Simon-Thomas. Mereka cenderung lebih mungkin untuk melakukan kebiasaan yang kurang baik, seperti merokok, minum alkohol, menjadi kurang aktif secara fisik atau semua hal yang dapat memengaruhi kesehatan.

Atau mungkin, sambungnya, emosi negatif bukanlah penyebab, melainkan gejala awal dari adanya masalah kesehatan.

Simon-Thomas mengatakan ada solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan mengubah pandangan atau cara berpikir Anda.

"Kita tahu ada jalur saraf yang berubah setiap menit dan otak menghasilkan sel-sel baru selama Anda hidup. Dan neurogenesis ini tidak hanya terkait dengan pembentukan ingatan baru, tetapi juga dengan stabilitas suasana hati," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS