Alami Cacat Lahir Langka, Bayi Ini Mendapat Operasi di Dalam Kandungan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 31 Januari 2020 | 14:34 WIB
Alami Cacat Lahir Langka, Bayi Ini Mendapat Operasi di Dalam Kandungan
Ilustrasi ruang operasi. [Shutterstock]

Suara.com - Ada banyak jenis cacat lahir, salah satunya spina bifida. Ini adalah kondisi yang terjadi ketika tulang belakang dan saraf tulang belakang tidak terbentuk secara sempurna.

Umumnya ini terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan saat usia 3 hingga 4 minggu. Disebabkan oleh tabung saraf tidak menutup secara sempurna yang kemudian menimbulkan kerusakan.

Seorang bayi dari wanita bernama Joanne Crellin mengalami kondisi ini. Agar saat tumbuh besar dapat berjalan, dokter pun mengoperasi sang bayi ketika masih di dalam kandungan yang saat itu berusia 26 minggu.

Wanita 37 tahun tersebut mengaku terkejut ketika mengetahui tulang belakang dan sumsum tulang belakang buah hatinya tidak berkembang dengan baik di dalam rahim, menyebabkan adanya celah.

Putranya, yang dinamai Blay, juga mengalami gejala adanya cairan di otaknya yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

Blay yang mengalami spian bifida (YouTube/orange story)
Blay yang mengalami spian bifida (YouTube/orange story)

Proses operasi dilakukan dengan menutup celah di tulang belakangnya dengan menyobek rahim, mengurangi kerusakan saraf lebih lanjut atau bocornya cairan di otaknya.

Operasi tersebut berhasil. Blay pun dilahirkan dua minggu kemudian melalui operasi caesar pada Desember 2019 lalu. Meski berhasil, dokter belum tahu pasti apa efek akhir dari operasi yang dilakukannya.

Kondisi ini pun membuat kaki Blay mengarah ke atas, seakan tidak dapat diturunkan layaknya kaki pada umumnya. Crellin juga mengatakan putranya seakan tidak dapat merasakan ketika disentuh.

"Ketika aku menyentuh kakinya, keduanya tidak bergerak sama sekali, tidak mengepal, jelas tidak memiliki (indera) perasa. Dia tidak akan memiliki sensasi penuh," tutur Crellin, dilansir Daily Mail,

Crellin berharap akan ada operasi lain yang dapat membuat kondisi Blay menjadi lebih baik lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Terkena Bola Bisbol, Balita 2 Tahun Alami Kerusakan Otak Permanen

Akibat Terkena Bola Bisbol, Balita 2 Tahun Alami Kerusakan Otak Permanen

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 15:21 WIB

Kejadian Langka, DNA Berubah Usai Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Kejadian Langka, DNA Berubah Usai Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Lifestyle | Jum'at, 27 Desember 2019 | 07:30 WIB

Keseringan Sakit Punggung? Kemungkinan Anda Kurang Minum

Keseringan Sakit Punggung? Kemungkinan Anda Kurang Minum

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 18:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB