Kematian akibat Kanker Tinggi, PERHOMPEDIN Jogja akan Buat Digital Health

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 14 Februari 2020 | 18:17 WIB
Kematian akibat Kanker Tinggi, PERHOMPEDIN Jogja akan Buat Digital Health
UGM kerjasama dengan University of Leeds dalam mengatasi kasus kanker di Indonesia (HiMedik/Shevinna)

Suara.com - Kanker yang termasuk penyakit tidak menular semestinya dapat dicegah dan diobati jika ditangani dengan cepat dan tepat. Tetapi, kanker justru menjadi salah satu faktor penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sejak tahun 1990, angka penyebab kematian akibat penyakit tidak menular seperti kanker sudah cukup tinggi sekitar 37 persen. Angka ini pun terus meningkat dan lebih tinggi dari penyakit menular hingga 2015.

Menurut dr. Johan Kurnianda, SpPD-KHOM, Ketua PERHOMPEDIN Cabang Yogyakarta, tingginya angka kematian akibat kanker ini disebabkan oleh banyak hal, mulai gaya hidup, kurangnya aktivitas fisik, merokok hingga pola makan kurang sehat.

Johan Kurnianda juga menyebutkan beberapa jenis kanker yang paling sering terjadi di Indonesia. Kanker yang paling rentan menyerang perempuan mulai kanker payudara, kanker leher rahim dan kanker usus. Sedangkan pada pria, mulai kanker paru-paru, kanker usus dan kanker lambung.

"Yang memprihatinkan di Indonesia itu ya tiga jenis kanker ini, salah satunya kanker usus. Kalau di Kaukasia itu kanker usus termasuk penyakitnya orang lanjut usia. Tapi di Indonesia, kanker usus justru menyerang usia produktif di bawah usia 50 tahun," kata dr. Johan Kurnianda, Ketua PERHOMPEDIN Cabang Yogyakarta saat press conference, Jumat (14/2/2020).

UGM kerjasama dengan University of Leeds dalam mengatasi kasus kanker di Indonesia (HiMedik/Shevinna)
UGM kerjasama dengan University of Leeds dalam mengatasi kasus kanker di Indonesia (HiMedik/Shevinna)

Dokter Johan pun berpendapat kanker usus yang banyak menyerang orang usia produktif di Indonesia mungkin dipengaruhi oleh faktor risiko dan penyebabnya yang berbeda.

"Orang Indonesia punya pola risiko yang berbeda. Kalau di ras Kaukasia, kebanyakan kasus kanker usus mereka disebabkan oleh konsumsi daging merah. Tapi di Indonesia, kanker usus paling banyak menyerang golongan tidak mampu dan bukan karena daging merah. Tapi pemicunya masih dicari," jelasnya.

Karena itu, PERHOMPEDIN cabang Yogyakarta berupaya melakukan kegiatan edukatif agar kanker dapat dikenal dengan baik. Tidak hanya oleh pasien, penyintas maupun keluarga pasien, namun juga di kalangan masyarakat luas.

Dalam hal ini, PERHOMPEDIN cabang Yogyakarta dengan FKKMK UGM bekerjasama dengan pakar dari University of Leeds, Inggris untuk mewujudkannya.

baca juga
UGM kerjasama dengan University of Leeds dalam mengatasi kasus kanker di Indonesia (HiMedik/Shevinna)
UGM kerjasama dengan University of Leeds dalam mengatasi kasus kanker di Indonesia (HiMedik/Shevinna)

Adapun bentuk kerjasama antara UGM dan University of Leeds meliputi penelitian terkait dengan terapi kanker (khususnya kanker nasofaring yang paling sering terjadi pada pria), perawatan kanker, data untuk membaca tren kanker sampai digital health.

Dr. Matthew Allsop dari Leeds Institute of Health Science, University of Leeds, pakar dalam pembuatan teknologi digital yang berkaitan dengan penyebaran informasi kesehatan berpendapat digital health ini harapannya bisa mengoptimalkan sistem informasi untuk menunjang terapi maupun menyebarluaskan informasi tentang kanker.

Matthew Allsop juga berpendapat bahwa infeksi bisa menjadi salah satu penyebab atau pemicu kanker. Dalam hal ini, dr Johan juga berpikir demikian mengingat banyak orang Indonesia sering terkena disentri, TBC dan lainnya.

Selain itu, dokter Johan juga menyoroti kerentanan genetik yang berbeda antara orang Indonesia dengan orang ras Kaukasia. Karena itu, UGM bersama University of Leeds akan menelitinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 19:06 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:21 WIB

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 13:00 WIB

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Health | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:15 WIB

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan

Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan

Health | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Terkini

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 10:49 WIB

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:45 WIB

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 10:42 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 10:41 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:40 WIB

Berita Buruk Bukan Sekadar Kabar: Di Balik Layar Ada Orang yang Menderita

Berita Buruk Bukan Sekadar Kabar: Di Balik Layar Ada Orang yang Menderita

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:30 WIB

4 Rekomendasi Cushion Anti Gesekan Helm Motor untuk Komuter, Sudah Ada SPF-nya

4 Rekomendasi Cushion Anti Gesekan Helm Motor untuk Komuter, Sudah Ada SPF-nya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 10:27 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Bukti Aliran Uang Korupsi Ditemukan!

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Bukti Aliran Uang Korupsi Ditemukan!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:19 WIB

Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis

Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:15 WIB

Pertumbuhan Mobil Listrik Dinilai Belum Ancam Industri Komponen Otomotif

Pertumbuhan Mobil Listrik Dinilai Belum Ancam Industri Komponen Otomotif

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 10:15 WIB

×