Wacana Pemulangan 74 WNI di Diamond Princess, Diobservasi di Natuna Lagi?

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:38 WIB
Wacana Pemulangan 74 WNI di Diamond Princess, Diobservasi di Natuna Lagi?
Petugas kesehatan di Jepang memindahkan penumpang yang positif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess ke rumah sakit untuk dirawat. (Foto: AFP)

Suara.com - Wacana Pemulangan 74 WNI di Diamond Princess, Diobservasi di Natuna Lagi?

Sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) direncanakan akan dijemput dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. Proses penjemputan ini akan dilaksanakan usai mendapatkan hasil observasi baru dari otoritas Jepang dan juga keputusan dari Presiden.

"Artinya setelah kemudian oleh pemerintah Jepang diputuskan bahwa negatif dan boleh diambil oleh masing-masing negara maka kita akan melakukan proses observasi dua kali empat belas hari," kata Achmad Yurianto, Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, di Gedung Kemenkes RI, Jumat (21/2/2020).

Rencana penjemputan disampaikan dalam dua opsi, yakni menggunakan pesawat atau kapal rumah sakit TNI Angkatan Laut. Namun yang sampai saat ini belum ditentukan adalah lokasi observasi para WNI begitu sampai di Indonesia.

"Belum ditentukan di mana. Tapi kita siapkan beberapa tempat alternatif yang memungkinkan. Namun semua khususnya tempat yang kemarin kita pakai disiapkan apabila ditujukan ke Natuna. Tapi belum diputuskan ke Natuna," lanjut Yurianto.

Kapal yang direncanakan untuk menjemput para WNI merupakan kapal rumah sakit KRI Soeharso. Kapal ini memang didesain untuk berbagai misi, dan sekarang misinya adalah untuk soal infeksi, jadi akan membawa tim infeksi seperti pengendali infeksi, spesialis paru, penyakit dalam, anestesi, jantung, beserta alat-alat kesehatan.

Yurianto menyebut jika izin dari Jepang dan keputusan Presiden sudah didapatkan maka yang pertama kali akan dilakukan begitu 74 WNI tersebut sudah berada di bawah kuasa Indonesia (saat penjemputan), seluruhnya akan diperiksa ulang. Bukan hanya fisiknya namun juga virusnya, karena semuanya dianggap sebagai pasien dalam pemantauan (PDP).

dr. Achmad Yurianto dalam kegiatan Update Virus Corona Covid-19/ (SUARA/ Frieda Isyana)
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto dalam kegiatan Update Virus Corona Covid-19. (Suara.com/ Frieda Isyana)

Selain itu juga akan dilakukan clustering, yakni memisahkan para awak kapal dengan kondisi yang sama. Misalnya jika pernah sekamar dengan yang positif Covid-19 maka akan dikumpulkan sendiri, atau pernah mengalami sakit selama di kapal juga akan dikumpulkan sendiri.

baca juga

Sampai saat ini, keputusan belum didapatkan. Tapi Yurianto berharap bisa mendapatkan keputusan tersebut di tanggal 22 atau 23 Februari nanti.

"Harus dijemput. Nggak boleh kita biarkan di sana. Jadi kita mencoba menyelesaikan masalah tanpa masalah. Sejauh ini semua pengin pulang sih. No one left behind," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess, Jokowi: Dalam Proses Persiapan

Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess, Jokowi: Dalam Proses Persiapan

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:31 WIB

Belum Pulangkan WNI di Diamond Princess, Menkes Terawan: Mereka Kerja

Belum Pulangkan WNI di Diamond Princess, Menkes Terawan: Mereka Kerja

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:43 WIB

Dua Pasien Corona Covid-19 Kapal Pesiar Diamond Princess Meninggal Dunia

Dua Pasien Corona Covid-19 Kapal Pesiar Diamond Princess Meninggal Dunia

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:54 WIB

Terkini

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:47 WIB

×