Sama Ampuh dengan Obat Impor, Obat Asli Indonesia Jarang Diresepkan Dokter?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:10 WIB
Sama Ampuh dengan Obat Impor, Obat Asli Indonesia Jarang Diresepkan Dokter?
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sama Ampuh dengan Obat Impor, Obat Asli Indonesia Jarang Diresepkan Dokter?

Industri farmasi Indonesia kian maju, karena sudah bisa membuat Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) sendiri. Di mana penelitian, bahan, hingga proses pembuatan memanfaatkan bahan hasil bumi dan dilakukan di Indonesia.

Tidak kurang dari 16 perusahaan telah berhasil membuat obat asli Indonesia yang terstandarisasi dan dipastikan aman dikonsumsi. Lalu, mengapa pamornya masih saja meredup?

Executive Director of DLBS Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata yang juga seorang peneliti, melihat ini terjadi karena belum ada penegasan bahwa OMAI atau obat herbal itu setara dengan obat modern atau kimia impor.

"Sekarang belum ada yang memakai OMAI, karena belum ada kepastian bahwa pemakaian OMAI itu sama dengan obat modern, tapi kalau sudah bisa dipastikan, sudah kita pakai obat modern asli Indonesia, tapi kenapa para dokter tidak pakai," ujar Raymond di Dexa Site, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, (21/2/2020).

Padahal OMAI itu sudah setara obat kimia impor, karena prosesnya sudah teruji klinis, terstandarisasi, dan teregistrasi BPOM. OMAI juga jadi solusi Indonesia lepas dari ketergantungan bahan baku obat impor, karena semuanya asli Indonesia.

Tak cukup di situ, ada juga permasalahan para dokter yang enggan berpikiran terbuka dan memakai OMAI ini. Masih banyak dokter yang enggan melakukan riset, sehingga tidak familiar dengan kehadiran OMAI.

"Para dokter itu enggan melakukan riset dan penggunaan dari bidang bumi Indonesia, jadi misalnya Pak Menteri (Kesehatan) bilang, pakai obat herbal tapi dokternya nggak familiar dengan obat herbal," katanya.

baca juga
Executive Director of DLBS Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata. (Suara.com/Dini Afrianti)
Executive Director of DLBS Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata. (Suara.com/Dini Afrianti)

Padahal penyuluhan, seminar hingga simposium telah dilakukan oleh berbagai elemen termasuk pihak Dexa, Kementerian Kesehatan hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tapi para dokter masih saja enggan memberikan obat OMAI ini.

"Nah, kemauan untuk menggunakan obat herbal ini mungkin kurang dipahami, mungkin karena pendidikan waktu kedokteran atau sosialisasi dari kami dan pemerintah. Tapi kalau kata pemerintah sama baiknya dengan obat kimiawi, kenapa nggak dipakai?," terang Raymond.

Kini, setelah melihat peluang akibat virus Corona atau Covid-19, pasokan bahan baku obat dari China berkurang drastis, maka sudah seharusnya ini menjadi peluang. Mengingat 60 persen bahan baku obat berasal dari China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Menkes soal Dampak Corona Hambat Impor Bahan Baku Obat ke Indonesia

Kata Menkes soal Dampak Corona Hambat Impor Bahan Baku Obat ke Indonesia

Video | Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:10 WIB

BPOM: Obat Tradisional Tak Punya Efek Cespleng

BPOM: Obat Tradisional Tak Punya Efek Cespleng

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 09:58 WIB

Pakar Ungkap Fakta Medis, Pohon Surian Miliki Kandungan Antikanker

Pakar Ungkap Fakta Medis, Pohon Surian Miliki Kandungan Antikanker

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 17:35 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB