Array

Jangan Tertipu, Ketahui 4 Mitos Cuci Darah yang Dikira Mengerikan!

Jum'at, 28 Februari 2020 | 09:55 WIB
Jangan Tertipu, Ketahui 4 Mitos Cuci Darah yang Dikira Mengerikan!
Alat-alat yang digunakan saat cuci darah, termasuk mesin dialisis, tabung, dan selang. (Shutterstock)

Suara.com - Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh yang berfungsi mencegah kelebihan cairan, produk sisa dan racun-racun dalam tubuh. Tetapi, penyakit ginjal bisa menyebabkan organ tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Ada banyak jenis penyakit ginjal, salah satunya gagal ginjal. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia, termasuk wanita, pria dewasa dan anak-anak.

Biasanya, orang dengan penyakit ginjal membutuhkan tindakan cuci darah atau hemodialisis. Tindakan ini bisa menyelamatkan nyawa dengan menyaring racun dalam tubuh karena ginjal sudah tidak berfungsi.

Sehingga orang yang melakukan cuci darah bisa melanjutkan hidup mereka. Namun dilansir oleh Kidney.org, ada beberapa mitos tentang cuci darah menurut National Ginjal Foundation.

1. Mitos pertama: cuci darah hanya bisa dilakukan di pusat 3 kali per minggu selama berjam-jam.

Cuci darah tidak hanya bisa dilakukan di rumah sakit pusat, tetapi Anda bisa melakukannya di unit dialisis, rumah sakit atau di rumah sendiri. Anda bisa melakukan cuci darah di rumah dengan dialisis peritoneal.

Ilustrasi sakit pinggang karena penyakit ginjal. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit ginjal. (Shutterstock)

2. Mitos kedua: cuci darah menyakitkan

Anda mungkin tidak merasa nyaman ketika jarum cuci darah dimasukkan ke dalam fistula. Perawatan ini harusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi, beberapa orang mungkin akan mengalami penurunan tekanan darah, mual, muntah, sakit kepala atau kram.

3. Mitos ketiga: cuci darah sama halnya hukuman mati bagi penderita

Baca Juga: Bisa Obati Penyakit Kronis, Ketahui 5 Efek Samping Pengobatan Akupuntur!

Cuci darah bukan hukuman mati bagi penderita, tetapi pengobatan ini memang harus dilakukan seumur hidup. Karena, cuci darah ini akan membuat penderita bisa menjalani kehidupan lebih baik.

4. Mitos keempat: pasien tidak bisa beraktivitas karena cuci darah

Pasien yang melakukan cuci darah bukan berarti tidak bisa melakukan aktivitas. Banyak pasien bisa melakukan aktivitas sehari-hari setelah terbiasa dengan cuci darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI