ABG Bunuh Bocah Terinspirasi dari Film, Ketahui Batasan Tontonan Anak!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
ABG Bunuh Bocah Terinspirasi dari Film, Ketahui Batasan Tontonan Anak!
Barang bukti berupa catatan dan gambar pelaku saat ditampilkan di Polres MetroJakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kasus pembunuhan oleh ABG pada bocah 6 tahun yang terinspirasi dari tayangan film, mestinya menjadi pembelajaran bagi semua orangtua untuk membatasi tontonan anak.

Suara.com - Pelaku pembunuhan bocah 6 tahun di Sawah Besar, NF (15) masih dalam proses pemeriksaan kejiwaan. Sebelumnya dikabarkan, NF melakukan tindakan sadisnya itu karena sudah lama menahan hasrat ingin membunuh.

NF melakukan pembunuhan itu karena terinspirasi dari film Chucky dan Slender Man. Kedua film tersebut menampilkan adegan horor dan menyakiti orang, terutama anak-anak.

"Tersangka ini sering menonton film horor. Salah satunya Chucky, Slender Man. Film favorit pelaku Slender Man film tentang pembunuhan remaja,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Bahkan NF pun merasa puas dan tidak menyesal setelah melakukan pembunuhan terhadap bocah 6 tahun. Karena itu, polisi perlu memeriksa kondisi psikologis NF oleh dokter ahli.

Baca Juga: Psikolog Anak: Gadis Pembunuh Harus Dicek Kejiwaan Sebelum Divonis Psikopat

Di samping itu, kasus pembunuhan oleh NF ini mestinya menjadi pembelajaran bagi semua orangtua. Orangtua perlu menyadari bahwa anak belajar dengan cara meniru apapun yang dilihatnya, baik dari interaksi sosial, kehidupan keluarga hingga tayangan film atau TV.

Karena, jaringan otak yang mendukung pembelajaran interaktifnya sudah mulai berkembang sejak lahir. Sehingga orangtua tidak hanya perlu menjaga sikap dan menciptakan lingkungan yang baik, tetapi juga perlu mengawasi tontonan anak sejak kecil.

Salah satu gambar penyiksaan yang digambar di buku harian pelaku saat ditampilkan di Polres MetroJakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Salah satu gambar penyiksaan yang digambar di buku harian pelaku saat ditampilkan di Polres MetroJakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Umumnya dilansir oleh Hello Sehat, dokter spesialis anak dan pakar kesehatan anak dari seluruh dunia sepakat bahwa durasi nonton TV atau film yang ideal untuk anak usia 2 tahun ke bawah harus kurang dari 1 jam setiap hari.

Sedangkan, anak-anak usia 2 tahun ke atas maksimal menonton TV atau film selama 2 jam per hari. Karena, kelamaan menonton TV atau film bisa menyebabkan dampak buruk bagi anak.

Anak yang menonton TV atau film lebih daru 4 jam per hari, biasanya mengalami obesitas. Sebab, mereka akan cenderung mengemil sambil duduk menonton tayangan TV atau film selama berjam-jam.

Baca Juga: Heboh Kasus Remaja Bunuh Bocah 6 Tahun, Ketahui Ciri-Ciri Anak Psikopat

Selain obesitas, anak juga berisiko menderita penyakit kronis lain, seperti diabetes dan jantung ketika tumbuh dewasa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS