Satgas Covid-19 IDI Soroti Fenomena Gunung Es Kasus Corona di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 20 Maret 2020 | 15:00 WIB
Satgas Covid-19 IDI Soroti Fenomena Gunung Es Kasus Corona di Indonesia
Sejumlah pekerja menggunakan masker melintas di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Satgas Covid-19 IDI Soroti Fenomena Gunung Es Kasus Corona di Indonesia

Pakar meyakini kasus positif virus Corona Covid-19 di Indonesia memiliki fenomena gunung es. Dalam artian, jumlah kasus yang terkonfirmasi lebih rendah daripada yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban Sp.PD mengatakan jumlah kasus Corona Covid-19 yang terlihat tampak sedikit, tapi kenyataannya masih tidak terungkap di bawahnya.

"Gunung es itu yang puncaknya sedikit di permukaan, gunung yang besar ada di bawah. Jadi total kasus sebenarnya adalah yang dibawah itu, yang terdiagnosis yang ditemukan baru sedikit, baru 300 sekian," jelasnya, saat dihubungi Suara.com baru-baru ini.

Kasus akan semakin banyak terungkap seiring dengan gencarnya pencarian kasus. Ditambah pemerintah yang menambah laboratorium pengetesan sampel Covid-19, berikut juga dengan kualitas SDM dilatih.

"Cara membongkar, lebih agresif tesnya, kalau kita menduga pasiennya ada 5.000 misalnya, kalau diperiksa baru 500 ya nggak akan ketemu. Yang 5.000 itu kan jadi harus lebih agresif untuk contract tracing, seleksi kalau pasien ada yang panas, radang paru," katanya.

Kini di Indonesia sudah ada 12 laboratorium yang bisa melakukan pengecekan sampel. Laboratorium itu tersebar di beberapa daerah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Surabaya, Palembang, Makassar, Papua dan Yogjakarta.

Sementara itu, Marius Widjajarta, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), menyebut Indonesia belum memiliki standar penanganan wabah yang memadai. Ini membuat gerak pemerintah pusat terlihat lambat dan gagap, serta koordinasi yang tidak mulus dengan pemerintah daerah.

Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di ruang tunggu Lapas kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (20/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di ruang tunggu Lapas kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (20/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ditambah keterbukaan informasi yang masih jadi tantangan pemerintah. Marius menyebut tidak masalah jika pemerintah membuka daerah-daerah secara spesifik paling banyak penyebaran, agar masyarakat lebih aware dan peduli.

baca juga

Langkah ini sangat penting, jika memang tujuan pemerintah memutus rantai penularan Covid-19. Sehingga tidak cukup dijelaskan per-provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Tengah saja, karena aspeknya masih sangat luas.

"Pemerintah teriak masyarakat untuk aware, perlu peran serta masyarakat. Mau peran serta gimana kalau informasi nggak jelas dan jujur, kasih tahu daerah sini. Kasih tahu daerah mana Jakarta," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Tentara AS Menempelkan Liurnya di Bus Wuhan?

CEK FAKTA: Benarkah Tentara AS Menempelkan Liurnya di Bus Wuhan?

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 14:21 WIB

Bisa Tanya-Tanya, Kominfo Luncurkan Hotline WhatsApp Covid-19

Bisa Tanya-Tanya, Kominfo Luncurkan Hotline WhatsApp Covid-19

Health | Jum'at, 20 Maret 2020 | 13:50 WIB

Resmi! Bogor Tetapkan KLB Virus Corona Setelah Wali Kota Terinfeksi Covid19

Resmi! Bogor Tetapkan KLB Virus Corona Setelah Wali Kota Terinfeksi Covid19

Jabar | Jum'at, 20 Maret 2020 | 13:21 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×