Bisa Tekan Penularan Virus Corona Covid-19, Apa Arti Herd Immunity?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2020 | 08:10 WIB
Bisa Tekan Penularan Virus Corona Covid-19, Apa Arti Herd Immunity?
Peta sebaran virus corona Microsoft. (bing.com/covid)

Suara.com - Penyebaran virus corona Covid-19 ke lebih dari 100 negara dunia membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyakit ini sebagai pandemi.

Beragam cara dilakukan untuk mencegah penyebaran, salah satunya dengan mengupayakan herd immunity.

Sebelumnya, beberapa negara juga telah melakukan lockdown atau pembatasan akses baik keluar atau pun masuk ke negara tersebut.

Sementara sejumlah negara lainnya juga mengusulkan untuk melakukan herd immunity.

Lantas, apa yang dimaksud dengan herd immunity? Seberapa efektifkah cara itu untuk menekan penularan?

Tips Pencegahan Virus Corona (Covid-19)
Tips Pencegahan Virus Corona (Covid-19)

Saat banyak orang di suatu komunitas atau masyarakat yang telah mendapat vaksin suatu penyakit, ini membuat penyakit itu lebih sulit menyebar ke individu yang rentan dan belum mendapat vaksinasi.

Kondisi itulah yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Demikian seperti dilansir dari The Independent.  

Untuk mempermudah memahaminya, The Vaccine Knowledge Project, membuat penjelasan lebih rinci mengenai herd immunity. Seperti apa? Simak di halaman selanjutnya.

Untuk mempermudah memahami tentang herd immunity, The Vaccine Knowledge Project menggunakan salah satu analogi, yaitu kasus campak.

“Jika seseorang dengan campak dikelilingi oleh orang-orang yang divaksinasi campak, penyakit itu tidak mudah ditularkan kepada siapapun, dan penyakit itu akan segera hilang lagi,” kata organisasi itu.

Hal itu yang disebut herd immunity atau kekebalan kawanan dan atau kekebalan komunitas.

Herd immunity memberikan perlindungan kepada orang-orang yang rentan seperti bayi baru lahir, orang tua dan mereka yang terlalu sakit untuk divaksinasi

Namun, organisasi tersebut menekankan bahwa kekebalan kelompok hanya berfungsi jika mayoritas populasi telah divaksinasi terhadap suatu kondisi.  

Mereka juga menambahkan bahwa herd immunity tidak melindungi tubuh dari semua penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Gejala dan pencegahan virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Gejala dan pencegahan virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

“Tidak seperti vaksinasi, kekebalan kawanan tidak memberikan tingkat perlindungan individu yang tinggi. Jadi, itu bukanlah alternatif yang baik untuk mendapatkan vaksinasi,” kata The Vaccine Knowledge Project.

Profesor Mark Woolhouse, seorang profesor epidemiologi penyakit menular di University of Edinburgh, mengatakan bahwa konsep kekebalan kawanan adalah "dasar dari semua program vaksinasi".

Namun, itu juga dapat terjadi secara alami. Ia menjelaskan,  bahwa jika seorang telah terpapar infeksi apapun hingga membuat banyak orang tertular, hal itu bisa mengembangkan antibodi dan membuat masyarakat kebal terhadapnya.

Ini membuat munculnya kekebalan komunitas secara alami. Virus itu juga tidak akan dapat menyebabkan epidemi pada populasi.

"Itu tidak berarti tidak akan bisa menyebar karena masih ada beberapa orang yang rentan, tetapi itu tidak akan lepas landas dan menyebabkan epidemi," katanya.

Lantas apa pula pendapat profesor lainnya terkait hal tersebut? Lanjut di halaman berikutnya.

Profesor Paul Hunter, seorang profesor kedokteran di Universitas East Anglia menambahkan bahwa herd immunity adalah "indikasi proporsi orang yang kebal dalam suatu populasi".

“Hubungan proporsi orang yang kebal yang Anda butuhkan untuk mencegah epidemi bervariasi dari infeksi ke infeksi,” jelasnya.

"Dengan sesuatu seperti campak yang sangat menular, Anda membutuhkan sekitar 90 persen orang yang kebal, tetapi dengan infeksi lain Anda bisa sembuh dengan jauh lebih sedikit."

Menurut sebuah makalah 2011 yang diterbitkan dalam jurnal medis Clinical Infectious Diseases, meski istilah herd immunity banyak digunakan, hal itu bisa membawa makna yang berbeda.  

Dalam Kondisi Darurat, Hotline Kemenkes Kini Bisa Panggil Ambulans. (Instagram/@kemenkes_ri)
Dalam Kondisi Darurat, Hotline Kemenkes Kini Bisa Panggil Ambulans. (Instagram/@kemenkes_ri)

Akademisi dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine menulis bahwa meski beberapa penulis menggunakan istilah ini untuk menggambarkan proporsi individu dalam suatu komunitas yang kebal terhadap suatu kondisi, yang lain menggunakannya dalam referensi untuk “proporsi ambang tertentu dari individu imun yang seharusnya menyebabkan penurunan kejadian infeksi"

Meski demikian, manajer The Vaccine Knowledge Project Tonia Thomas, menjelaskan bahwa prospek mengembangkan kekebalan terhadap suatu kondisi melalui infeksi, dibanding melalui vaksinasi, bisa berbahaya. Ini membuat orang berisiko mengembangkan komplikasi dari penyakit".

"Vaksin adalah cara yang lebih aman untuk mengembangkan kekebalan, tanpa risiko yang terkait dengan penyakit itu sendiri," kata Thomas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Sebab Virus Corona Bisa Bertahan di Indonesia Bahkan saat Dunia Pulih

5 Sebab Virus Corona Bisa Bertahan di Indonesia Bahkan saat Dunia Pulih

News | Senin, 23 Maret 2020 | 12:49 WIB

Lawan Virus Corona Covid-19, Ini Gerakan Donasi yang Bisa Kamu Ikuti

Lawan Virus Corona Covid-19, Ini Gerakan Donasi yang Bisa Kamu Ikuti

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2020 | 12:17 WIB

Hoaks, Kumur Air Garam dan Cuka Tidak Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19!

Hoaks, Kumur Air Garam dan Cuka Tidak Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19!

Health | Senin, 23 Maret 2020 | 12:34 WIB

Terkini

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB