Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Pria Ini Justru Derita Radang Paru-Paru

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2020 | 15:10 WIB
Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Pria Ini Justru Derita Radang Paru-Paru
Ilustrasi terinfeksi virus corona Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Andrew (40), seorang pria yang sembuh dari infeksi virus corona Covid-19 telah menyarankan semua orang untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Andrew menceritakan penderitaannya yang mengalami kesulitan bernapas ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Sehingga ia menjalani perawatan di rumah sakit setelah dites positif virus corona Covid-19.

Setelah menjalani perawatan rumah sakit, Andrew pun sudah dinyatakan sehat. Tetapi, ia masih kesulitan bernapas karena radang paru-paru.

Ia mengatakan radang paru-paru ini merupakan masalah kesehatan lebih lanjut setelah terinfeksi virus corona Covid-19 sebelumnya. Bahkan ia bukanlah seorang perokok aktif.

"Ini adalah bagian dari kisah hidupku. Ini merupakan minggu-minggu terburuk dalam hidupku ketika positif corona Covid-19," curhat Andrew di Facebook dikutip dari Daily Star.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Andrew bersyukur kondisinya lekas membaik setelah kerja keras seluruh tim medis di rumah sakit. Kini, ia pun sudah kembali ke rumah dan dinyatakan negatif virus corona Covid-19.

Tetapi, ia tetap membutuhkan perawatan medis untuk mengatasi radang paru-parunya yang membuat kesulitan bernapas. Ia juga meminta semua orang agar tetap di rumah.

"Saya berusia 40 tahun, saya tidak merokok dan selalu menjaga diri saya tetap bugar. Hasil positif corona ini telah membuatku terkejut dan saya menyadari bahwa virus ini bisa membunuh banyak orang," katanya.

Berdasarkan laporan rumah sakit, 40 persen pasien positif corona Covid-19 merupakan kelompok usia 20-54 tahun. Orang-orang yang sangat menjaga kesehatannya seperti Andrew biasanya jarang sekali masuk rumah sakit karena corona.

"Banyak orang yang lebih tua, lebih rentan terinfeksi dan sangat mungkin meninggal dunia karena virus ini. Kasus di London ini sudah mencapai titik puncaknya," katanya.

Tetapi, ini terjadi pada Andrew. Karena itu, ia sangat mendesak semua orang tetap tinggal di dalam rumah untuk mengisolasi diri dan teratur mencuci tangan pakai sabun dan air.

"Sekarang semua pub, bar dan restoran ditutup. Saya hanya tinggal di dalam rumah bersama keluarga dan tidak berjalan-jalan ke luar rumah," ujarnya.

Andrew telah berusaha sekeras itu untuk menghindari kontak sosial agar tidak semakin banyak orang yang masuk rumah sakit karena virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Tularkan Virus Corona Covid-19, Hindari Hubungan Seks "Bohemian"

Risiko Tularkan Virus Corona Covid-19, Hindari Hubungan Seks "Bohemian"

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 14:55 WIB

Sama Seperti Virus Corona Covid-19, TBC Juga Menular Melalui Droplet

Sama Seperti Virus Corona Covid-19, TBC Juga Menular Melalui Droplet

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:05 WIB

Ogah Disebut Cuma Mau Selamat Sendiri, Fraksi Demokrat Tolak Rapid Test

Ogah Disebut Cuma Mau Selamat Sendiri, Fraksi Demokrat Tolak Rapid Test

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 14:31 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB