Ibu Jokowi Meninggal Karena Kanker Tenggorokan, Waspadai Gejalanya!

Silfa Humairah Utami, Rosiana Chozanah

Kamis, 26 Maret 2020 | 07:00 WIB
Ibu Jokowi Meninggal Karena Kanker Tenggorokan, Waspadai Gejalanya!
Presiden Jokowi meminta restu ibundanya. (Solopos/dok)

Suara.com - Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, disebutkan meninggal akibat kanker tenggorokan di Rumah Sakit TNI Tingkat III Slamet Riyadi, Surakarta, pada Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB.

Menurut penuturan Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono, mendiang telah mengidap kanker tenggorokan sejak lama.

"Benar. Beliau (Ibunda Jokowi) sudah lama sakit kanker tenggorokan," ujar Dini saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 9 juta orang meninggal akibat kanker, dan kanker tenggorokan adalah salah satu jenis kanker yang perlu diwaspadai.

Kanker tenggorokan memiliki gejala yang beragam pada setiap orang, tergantung pada lokasi awal sel kanker muncul.

Sudjiatmi Notomihardjo dan Ustaz Yusuf Mansur. (Instagram)
Sudjiatmi Notomihardjo dan Ustaz Yusuf Mansur. (Instagram)

Berdasarkan laporan Hello Sehat, kanker tenggorokan terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker laring yang mengenai daerah pita suara dan kanker faring yang mengenai sepanjang batang tenggorokan dari belakang hidung, tetapi juga dapat mengenai belakang lidah, tonsil, atau jaringan lunak lainnya.

Ada beberapa tanda dan gejala dari kanker tenggorokan yang perlu diwaspadai.

1. Benjolan di leher

Benjolan abnormal ini dapat menandakan adanya tumor di tenggorokan. Terkadang benjolan ini sangat jelas terasa ketika meraba leher.

baca juga

2. Perubahan suara yang tidak biasa

Perubahan suara dapat menandakan sel kanker tengah menyerang pita suara. Akibatnya, suara penderita bisa jadi serak atau bahkan hilang sama sekali.

3. Sakit tenggorokan

Kanker juga bisa menyebabkan tenggorokan terasa sakit dan tidak nyaman. Rasa sakit ini sebenarnya mirip dengan radang tenggorokan. Bedanya, rasa sakit pertanda kanker tenggorokan muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Menurut British Journal of General Practice, sakit tenggorokan yang tak lama sembuhnya bisa jadi gejala kanker tenggorokan. Risiko kanker tenggorokan cenderung akan meningkat bila suara penderita juga berubah jadi serak dan muncul benjolan di leher.

4. Kesulitan menelan

Ketika tumor di tenggorokan makin membesar, penderita biasanya akan cenderung merasa lebih sulit menelan makanan. Beberapa orang bahkan tidak dapat menelan sama sekali.

5. Telinga terasa sakit

Rasa sakit di tenggorokan bisa menjalar hingga ke bagian telinga. Penderita mungkin akan merasakan telinga seperti berdenging dan berdenyut sakit. Bahkan beberapa orang akan sampai merasa kurang bisa mendengar jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Sri Mulyani dan Retno Marsudi untuk Almarhumah Sujiatmi Notomiharjo

Doa Sri Mulyani dan Retno Marsudi untuk Almarhumah Sujiatmi Notomiharjo

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2020 | 20:25 WIB

Virus Corona, Alasan Menteri Dilarang Melayat Ibunda Jokowi ke Solo

Virus Corona, Alasan Menteri Dilarang Melayat Ibunda Jokowi ke Solo

Jawa Tengah | Rabu, 25 Maret 2020 | 20:24 WIB

Tak Mau Ada Kerumunan di Makam Ibunda, Jokowi Minta Warga Berdoa dari Rumah

Tak Mau Ada Kerumunan di Makam Ibunda, Jokowi Minta Warga Berdoa dari Rumah

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 20:24 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×