Jubir Ingatkan Jangan Ada Diskriminasi Pada Pasien Corona Covid-19

Minggu, 29 Maret 2020 | 17:22 WIB
Jubir Ingatkan Jangan Ada Diskriminasi Pada Pasien Corona Covid-19
Ahmad Yurianto saat konferensi pers Jumat (27/3/2020). (Tangkapan layar YouTube/KompasTV)

Suara.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengingatkan agar masyarakat turut bersama-sama menangani penyebaran virus corona jenis baru tersebut.

Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan tidak melakukan diskriminasi terhadap pasien positif Covid-19.

"Mari sekali lagi kita lindungi yang sakit. Jangan diskriminasi, jangan distigmatisasi. Tapi lindungi dia agar bisa lakukan isolasi dengan baik. Bukan dikucilkan tapi dibantu agar dia betul-betul bisa lakukan isolasi diri dengan sebaiknya, yang sehat juga harus dilindungi jangan sampai sakit," kata Yurianto dalam siaran teleconference di kantor BNPB, Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Menurut Yurianto, tidak ada cara lain untuk menanggulangi penyebaran virus corona selain masyarakat saling menjaga jarak. Seiring terbatasnya jumlah fasilitas layanan kesehatan, penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit juga akan semakin selektif.

Rumah sakit akan lebih memprioritaskan pasien yang terinfeksi virus dan tidak memungkinkan lakukan isolasi secara mandiri.

"Termasuk pada kelompok rentan seperti orang tua, orang dengan penyakit sebelumnya seperti diabetes, hipertensi, TBC, kelainan jantung, paru-paru. Inilah yang membutuhkan pelayanan maksimal," ucapnya.

Yurianto mencontohkan, sikap saling menjaga bisa dilakukan dengan melakukan social ditancing serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Jika mengalami gejala influenza juga demam sangat disarankan untuk memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain meski berada di dalam rumah.

Sebab, kata Yurianto menjelaskan bahwa virus corona penyebab sakit Covid-19 bisa tersebar melalui cairan liur atau droplet orang yang sakit saat batuk, bersin atau pun bicara.

Baca Juga: Aktivitas Bermain di Dalam Rumah untuk Cegah COVID-19

"Jika ada orang sehat droplet besar kemungkinan terhirup, orang sehat maka akan tertular. Bisa juga droplet jatuh ke benda-benda sekitar yang sering disentuh bersama dan tidak sadar orang menyentuh lalu tanpa cuci tangan langsung makan, minum, menyentuh wajah maka ini kemungkinan juga menginfeksi tubuh yang semula sehat," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI